JAKARTA, Mediakarya – Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali bersama Ray Rangkuti dan koalisi masyarakat sipil mengadu ke Fraksi PKB DPR RI untuk mendesak digulirkannya Hak Angket terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dengan kaos putih bertuliskan ‘STOP PEMBOHONGAN’ Effendi menegaskan kedatangannya bukan untuk cari ribut, tapi untuk menghentikan kebohongan publik yang berlarut-larut.
“Tekad mendorong Fraksi PKB untuk mengambil inisiatif menggulirkan Hak Angket, maka kita ingin sama-sama stop kebohongan,” tegas Effendi di hadapan awak media, Selasa (13/10/2026).
Effendi mengatakan, langkah ini didasari niat baik. Ia masih meyakini logika sederhana: jika kuliah S1 pasti ada ijazahnya. Jika ada keraguan di masyarakat, maka cara paling jujur adalah membuka semuanya di lapangan yang benar, yaitu di DPR.
“Kami masih meyakini bahwa kalau saya bisa kuliah S1 masa ndak ada ijazahnya. Kita meyakini kalau ada pertanyaan di luar sana yang paling baik itu polanya ditaruh di lapangannya sekarang, betul ya kan jangan di lapangan yang di DPR mainnya,” ujarnya.
Menurut Effendi, Hak Angket adalah arena konstitusional yang paling elegan untuk mengakhiri polemik, bukan adu argumen di media sosial.
Ia bahkan mengungkap sinyal lampu hijau dari kubu pemerintah sendiri. Ia menyebut, tadi malam Faldo Maldini yang mewakili PSI secara terbuka menyatakan tidak ada masalah dengan Hak Angket.
“Dan tadi malam berair putih bersama dengan yang mewakili PSI ya mengatakan enggak ada masalah dengan Hak Angket, good luck Bang Ray. Jadi Faldo di televisi tadi malam mengatakan tidak ada masalah dengan Hak Angket, good luck Bang Ray, jadi DPR enggak ada masalah. Berarti dari mereka pun enggak ada masalah dengan Hak Angket,” beber Effendi.
Artinya, lanjut Effendi, tidak ada lagi alasan bagi DPR untuk takut. Jika kubu pendukung Gibran saja mempersilakan, maka PKB harus berani menjadi inisiator.
“Ini betul-betul niat baik kita, positif. Kalau memang ada, ya diperlihatkan saja. Kita betul-betul yakin karena itu ada di persyaratan,” pungkasnya.
Kedatangan Ray Rangkuti Cs yang menyerahkan aspirasi tertulis ke PKB ini menjadi tekanan politik serius. Jika PKB berani mengambil inisiatif Hak Angket, bola panas ijazah Gibran akan resmi bergulir di Senayan. (Agung)











