JAKARTA, Mediakarya – Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung akhirnya buka suara dan menyerang balik mantan Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang menyebut namanya dalam kasus dugaan pasal selundupan di Mahkamah Konstitusi.
Dengan nada tinggi, Doli menegaskan ia terpaksa bicara karena nama pribadinya sudah dicatut.
“Cuman karena ini sudah nyebut nama saya pribadi ya saya harus jelaskan kalau memang mau dibuka ya kita buka. Saya sudah siap,” tegas Doli dalam konferensi pers Selasa (13/10/2026).
Doli membenarkan apa yang selama ini diduga publik terkait situasi di MK. Ia menyebut, pihaknya tidak pernah menemukan adanya pasal 16 ayat 3 tersebut saat dokumen-dokumen diserahkan kepada Komisi II DPR.
“Itu benar, kami tidak pernah menemukan ada pasal itu pada saat dokumen-dokumen itu diserahkan kepada kami,” ujarnya.
Menanggapi klaim Hasyim yang menyebut dirinya ada di RDP membahas pasal tersebut, Doli tidak membantah adanya RDP. Namun ia menantang untuk membuka kronologi secara terang benderang.
“Memang ada setiap RDP kan semua anggota Komisi 2 ada dan ada kesimpulannya. Nanti detailnya saya sampaikan pada forumnya di mana saya bisa tunjukkan masuknya kapan dan kronologisnya seperti apa,” katanya.
Setelah itu, serangan tajam dilontarkan Doli. Ia menyebut Hasyim sedang membicarakan dirinya sendiri ketika menggunakan kata lupa dan munafik.
“Jadi saudara Hasyim itu sebenarnya sedang membicarakan atau menjelaskan tentang dirinya sendiri ya. Dia menggunakan kata lupa dan munafik ya. Dia lupa dia sudah pernah dua kali dipecat sebagai KPU karena kemunafikannya. Dan dia menikmati kemunafikan itu,” semprot Doli.
Tak berhenti di situ, Wakil Ketua Umum Golkar itu juga membongkar jabatan baru Hasyim sebagai komisaris di salah satu BUMN perkebunan usai Gibran menang. Doli mempertanyakan kompetensi dan asal-usul jabatan tersebut.
“Saya tanya dia sekarang posisinya sebagai komisaris di salah satu BUMN ya. Coba tanya sama dia, dia tuh dapat dari mana? Komisaris itu. Hadiah dari siapa?”
“Setahu saya beliau tidak punya latar belakang yang berkaitan dengan soal komisaris BUMN khususnya yang berkaitan dengan soal perkebunan ya dia harus jelaskan gitu kok bisa dia dapat posisi jadi komisaris itu. Nah ini yang harus dicari,” imbuhnya.
Doli mengaku sejak awal berusaha tidak terlibat polemik dan hanya menyiapkan data. Bahkan saat salah satu komisioner lain bicara soal institusi, ia memilih diam.
Namun karena Hasyim sudah menyerang personal, ia meminta pimpinan Komisi II segera menggelar RDP terbuka dengan semua penyelenggara pemilu.
“Saya juga minta sama teman-teman pimpinan Komisi 2 ya segera digelar saja RDP dengan semua penyelenggara pemilu kita tunjukkan ke publik mana sebetulnya yang disebut tidak selundupan dengan yang diselundupkan itu,” tandasnya. (Agung)











