Emrus Sihombing Imbau Masyarakat Kota Bekasi Tidak Pilih Cakada Yang Gunakan Politik Identitas

- Editor

Rabu, 30 Oktober 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing  (Foto: Ist)

Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing (Foto: Ist)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Baru-baru ini publik di Kota Bekasi dihebohkan dengan beredarnya video yang viral di beberapa grup whatsapp, terkait dengan sekelompok masyarakat tengah diambil sumpahnya untuk mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

Di mana dalam video tersebut, diduga calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto tengah memandu deklarasi dan pengambilan sumpah dan janji sekelompok warga untuk mendukung pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe pada Pilkada mendatang.

Sementara, itu, sosok yang diduga Tri Adhianto dalam video tersebut tengah mengucapkan pernyataan yang diikuti oleh peserta deklarasi lainnya bahwa “Apabila saya melanggar janji maka saya akan siap menerima azab dari Allah subhanahu wa ta’ala”.

Menanggapi beredarnya video yang dinilai penuh kontroversi itu, Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengungkapkan, calon kepala daerah  yang menggiring isu politik identitas dinilai sosok yang tidak optimis pada visi misi dirinya sebagai kontestan calon kepala daerah.

Selain itu, calon kepala daerah yang memaksa kelompok untuk diambil sumpahnya agar memilih atau mendukungnya, menandakan bahwa kontestan pilkada tersebut memiliki percaya diri yang rendah terhadap programnya. Terlebih jika pengambilan sumpah atau janji tersebut identik menggunakan cara yang dilakukan oleh agama tertentu.

Baca Juga:  Pemberian Bantuan Kepada Kader Disoal, Manuver Ganjar Mulai Diganjal

Sebab kata Emrus, Kota Bekasi merupakan daerah yang multikultur, dan jika pun nanti terpilih, cakada tersebut bukan hanya akan memimpin masyarakat agama atau kelompok tertentu, melainkan masyarakat yang memiliki sudut agama, suku maupun kelas sosial yang berbeda.

“Akan tetapi jika cakada itu menyumpah terhadap sejumlah kelompok itu menggunakan cara-cara agama tertentu maka itu bisa dibilang (dia) tengah mengkampanyekan politik identitas,” ujar Emrus kepada Medakarya, Rabu (30/10/2024).

Untuk itu, Emrus mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih sosok yang mengedepankan politik identitas. Sebab, Kota Bekasi itu buka hanya dihuni satu kelompok atau agama tertentu, namun terdiri dari berbagai macam suku agama dan ras yang berbeda.

Emrus menilai, sosok cakada seperti itu tidak mengerti hakikat manusia. Sebab pada dasarnya setiap manusia lahir ke bumi tidak memiliki keimanan yang sama.

“Jadi saya berpendapat orang semacam ini tidak layak untuk jadi pemimpin. Dan saya menyarankan seluruh calon pemilih agar tidak memilih pemimpin yang tidak mengedepankan pluralisme,” pungkasnya. **

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kodam Jaya Kembali Kirim Bantuan Gempa NTT Gelombang Kedua
Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah
Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol
Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Diduga Sebar Fitnah, Ketua Tim Pemenangan Hadi Hidayat Ancam Bawa Akun Ajat Keder ke Jalur Hukum
Lusia Carmenita Rosalia Lamba Sabet Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026
Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Kodam Jaya Kembali Kirim Bantuan Gempa NTT Gelombang Kedua

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Diduga Sebar Fitnah, Ketua Tim Pemenangan Hadi Hidayat Ancam Bawa Akun Ajat Keder ke Jalur Hukum

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Hukum

Mabes Polri Mutasi Perwira Polda Metro Jaya

Senin, 31 Agu 2026 - 22:28 WIB

Presiden Prabowo Menerima KTA Warga NU Pada Penutupan Harlah NU Ke 35

Nasional

Penutupan Muktamar Prabowo Sah Jadi Warga NU Seumur Hidup

Senin, 31 Agu 2026 - 22:12 WIB