Etos Minta Publik Soroti Kinerja PN Tangerang

- Editor

Rabu, 5 Januari 2022 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah.

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah.

TANGERANG: Ahli Waris dari Alm Her Mangiras, Timbul Sitorus S.H merasa keberatan dengan sistem dan kinerja mekanisme yang dijalankan oleh oknum di Pengadilan Negeri Tangerang.

Timbul mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum tersebut merugikan Ahli waris dalam perkaranya, Menurut Timbul setiap orang yang dalam perkara di pengadilan, menginginkan pengadilan yang baik jujur dan transparan tidak lah seperti yang di alaminya.

Timbul menceritakan awal mula kekecewaannya, ia mendapatkan surat pemanggilan dengan code PGL 2, tertanggal 27 Desember 2020 no perkara : 1378/Pdt.G/2021/PN.Tng, yang berarti ini adalah surat panggilan yang kedua.

“Akan tetapi setelah saya melakukan pengecekan langsung kepengadilan negeri tangerang. Tercatat tanggal 5 Januari 2022, yang terlihat dalam sistim masih dalam panggilan pertama, hal ini yang membuat kami rasa telah terjadi pengamputasi hak untuk mencari keadilan,” kata Timbul Sitorus, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/1/2022).

Kendati demikian, Timbul Sitorus sebagai ahli waris meminta kepada MA untuk menjelaskan kepada masyarakat Juklak dan Juknis suatu mekanisme dalam pengadilan sehingga tidak membuat masyarakat menjadi kebinggungan dalam mencari keadilan.

“Dengan kejadian diatas kami memohon kepada Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi Banten menyoroti hal ini dengan serius, jika terjadi ketidakpatutan dalam hal ini, mohon dilakukan pembenahan kinerja dalam PN Tangerang, serta kami meminta kepada pihak penegak hukum seperti KPK memantau perkara ini. Yang sudah terang benderang diduga berpotensi merugikan pencari keadilan di pengadilan negeri Tangerang dalam putusannya,” tutur Timbul.

Baca Juga:  Kerugian Negara Capai Rp6,9 Triliun Akibat Korupsi Krakatau Steel

Sementara itu, Direktur ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan ini lah salah satu wajah hukum di negeri ini, Rakyat tak tahu harus kemana lagi mengadu terkait hukum.

“Sampai pemanggilan pun bisa mereka rekayasa seperti itu, ini memalukan,” kata Iskandarsyah dalam keterangannya, Selasa (4/1/2022).

Lanjut Iskandar, menurutnya ini adalah institusi negara, pengadilan bukan organisasi hukum ataupun komunitas. Dengan adanya seperti ini, Iskandar merasa Oknum di Institusi itu malah melecehkan Institusinya sendiri.

“Mari publik sama-sama melihat dan terus mengawasi kasus ini,  ini akan menjadi preseden buruk karena dimulai dari sesuatu yang salah,” ucap Iskandar.

Sementara itu, saat dihubungi wartawan untuk mengkonfirmasi berita ini melalui pesan whatsapp, salah satu panitera yang ikut dalam pengadilan belum membalas pesan tersebut hingga berita ini dinaikkan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri
Kasus OTT Rektor Unsoed: Ketika Landasan Kompetensi Mahasiswa Dijadikan Ajang Transaksi
Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah
Ditipu Hingga Puluhan Miliar, Jemaah Korban Hanania Travel Minta Negara Hadir Lindungi Rakyatnya
Kejari Indramayu Didesak Eksekusi Pengembalian Aset TPPU Panji Gumilang ke YPI
KPK Dikabarkan OTT Sejumlah Pejabat di Kabupaten Bogor

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:55 WIB

GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed: Ketika Landasan Kompetensi Mahasiswa Dijadikan Ajang Transaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kapolri: Menitipkan Pesan Sebelum Berpisah

Berita Terbaru

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Headline

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:28 WIB