Fraksi PKB Dorong Peningkatan Layanan Imigrasi di Daerah 3T untuk Atasi Kendala Pembuatan Paspor

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prana Putra Sohe

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prana Putra Sohe

JAKARTA, Mediakarya – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prana Putra Sohe, mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi dan Kantor Imigrasi yang beroperasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, fasilitas dan sumber daya di wilayah tersebut masih belum memadai, sehingga sering kali menghambat layanan keimigrasian, termasuk pembuatan paspor.

“Selama ini UKK Imigrasi di daerah 3T kurang mendapatkan perhatian yang optimal dari pemerintah pusat. Padahal, beberapa di antaranya berada di perbatasan langsung dengan negara tetangga dan berperan penting dalam pengawasan serta pelayanan keimigrasian,” ujar Prana Putra Sohe, Kamis (27/2/2025).

Ia menyoroti bahwa program Desa Binaan yang diprakarsai oleh Kantor Imigrasi seharusnya menjadi solusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keimigrasian. Program ini mencakup pelatihan pengajuan paspor serta kemudahan akses layanan imigrasi bagi penduduk desa. Namun, Prana menilai program tersebut belum berjalan optimal karena keterbatasan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung pelayanan.

Baca Juga:  Tiga Kali Mangkir dari Panggilan Pansus Haji, Menag Yaqut Cholil Qoumas Dituding Lecehkan DPR

Selain di wilayah 3T, Prana juga menyoroti lemahnya dukungan sarana imigrasi di daerah yang relatif dekat dengan pusat pemerintahan, seperti di Lubuklinggau. Ia menyebut bahwa UKK Imigrasi Lubuklinggau masih mengalami keterbatasan kapasitas server, yang menghambat pelayanan pembuatan paspor, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen perjalanan untuk ibadah umrah.

“UKK Lubuklinggau menjadi tumpuan masyarakat dari 10 kabupaten untuk berbagai layanan keimigrasian. Namun, dengan kapasitas server yang terbatas, pelayanan menjadi lambat. Oleh karena itu, kami mendesak agar penggandaan server dilakukan tahun ini demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prana mengungkapkan bahwa Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan telah menerima hibah tanah dan bangunan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau. Fasilitas tersebut direncanakan untuk menjadi Kantor Imigrasi Kota Lubuklinggau. Untuk itu, ia meminta pemerintah segera meningkatkan status UKK Lubuklinggau menjadi Kantor Imigrasi penuh.

“Dengan peningkatan status ini, diharapkan layanan keimigrasian di Lubuklinggau semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan efisien,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Funday Morning Meriahkan Semangat Warga Sambut Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi
Pers Indonesia Hadapi Tantangan Era Algoritma, FPRMI Dorong Independensi Jurnalistik
Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut
Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik
Biaya Politik Tinggi jadi Pemicu Maraknya Kepala Daerah Terjaring OTT KPK
KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum
Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta
KOSMAK Minta Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin dan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:57 WIB

Funday Morning Meriahkan Semangat Warga Sambut Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:36 WIB

Pers Indonesia Hadapi Tantangan Era Algoritma, FPRMI Dorong Independensi Jurnalistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:52 WIB

Bendung Katulampa Kering, Debit Air Kali Bekasi Ikut Menyusut

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Bekasi Kota Kunjungi Putra Sayuti Melik

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:04 WIB

Biaya Politik Tinggi jadi Pemicu Maraknya Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Pulau Rempang (Ist)

Ekonomi & Bisnis

IAW Bongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Minggu, 19 Jul 2026 - 16:06 WIB

Tembakau hasil panen petani saat dilakukan proses pengeringan (Ist)

Ekonomi & Bisnis

LPKAN Sampaikan 7 Tuntutan Terkait Wacana Kebijakan Industri Hasil Tembakau

Minggu, 19 Jul 2026 - 09:44 WIB