Gelar ‘Gus’ Disandang Miftah Maulana Dibongkar Keluarga Kiai Ageng Muhammad Besari

- Penulis

Minggu, 8 Desember 2024 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Herdiyan Saksono saat mendampingi Gus Miftah.

Herdiyan Saksono saat mendampingi Gus Miftah.

JAKARTA, Mediakarya – Setelah mengolok-olok pedagang es teh, publik pihak terus menelusuri latar belakang Miftah Maulana Habiburokhman alias Ta’im alias Gus Miftah.

Bahkan, sosok yang dikenal sebagai penceramah ini akhirnya mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan setelah ucapannya yang dinilai kurang pantas terhadap penjual es teh dalam sebuah acara pengajian menuai kontroversi.

Belakangan, banyak yang mempertanyakan gelar Gus yang tersemat padanya. Publik pun akhirnya meragukan gelar gus yang disandang Miftah.

Di mana sebelumnya dalam pengakuannya Miftah memiliki trah atau keturunan dari ulama besar Kiai Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Ponorogo.

Guna mengetahui kebenaran silsilah Miftah Maulana yang mengklaim dirinya merupakan keturunan ulama dari Ponorogo, berikut pernyataan pihak keluarga besar Tegalsari, Raden Kunto Pramono (65), generasi ke-8 dari Kyai Ageng Muhammad Besari, dari Pesantren Tegalsari, Jetis, Ponorogo.

1. Klaim Miftah pada keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari dibantah keluarga

Pada suatu kesempatan, Miftah memang pernah mengklaim masih memiliki garis keturunan dari Kiai Ageng Muhammad Besari.

Klaim Miftah ini masih diragukan, bahkan dibantah langsung oleh pihak keluarga besar Tegalsari. Raden Kunto Pramono (65), generasi ke-8 dari Kyai Ageng Muhammad Besari, dengan tegas menyatakan bahwa Gus Miftah bukanlah keturunan dari ulama besar tersebut.

“Silsilah keluarga besar Tegalsari jelas dan runtut. Kami tidak menemukan garis keturunan Gus Miftah dalam silsilah ini,” tegas Kunto sebagaimana dikutip dari IDN Times, Ahad (8/12/2024).

Baca Juga:  Diduga Rugikan APBD, FORMASI dan CBA Desak Kejagung Segera Periksa Dirut Perumda PAM JAYA

Berikut silsilah keluarga besar Kyai Ageng Muhammad Besari yang dijelaskan Kunto:

1. Kyai Ageng Muhammad Besari
2. Kyai Ageng Muhammad Ilyas
3. Kyai Kanjeng Bagus Hasan Besari
4. Kyai Kasan Anom I
5. Kyai Kasan Anom II
6. Eyang Gatut Muhammad Ismail
7. R. Hartawan Cokroadisiswoyo
8. R. Kunto Pramono

2. Keluarga di Tegalsari minta bukti

Menurut Kunto, keluarga besar Tegalsari tidak keberatan jika ada yang mengaku sebagai keturunan, asalkan mampu menunjukkan bukti konkret. Ia mencontohkan HOS Tjokroaminoto, pahlawan nasional yang terbukti sebagai keturunan Tegalsari secara valid.

“Saya secara pribadi bangga jika ada yang merasa keturunan Tegalsari. Namun, jika Gus Miftah memang benar, kami meminta bukti konkret. Sebab, dari silsilah yang ada, garis keturunannya tidak kami temukan,” tambahnya.

3. Asal-usul Miftah

Kunto mengungkapkan bahwa Miftah memang berasal dari Ponorogo, tepatnya dari Dukuh Bantengan, Desa Mojorejo, yang terletak di sisi timur Desa Tegalsari. Ayah Miftah disebut sebagai murid Kiai Syamsuddin seorang imam utama Masjid Agung Tegalsari.

“Bapak Gus Miftah adalah murid dari Kiai Syamsuddin, Imam utama Masjid Tegalsari. Namun, dari hasil penelusuran kami, Gus Miftah tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga besar Tegalsari,” ujar Kunto.

Meski sering mengisi acara haul di Tegalsari, klaim Gus Miftah tetap tidak dapat dibuktikan melalui silsilah yang ada.

Bahkan, Kunto sudah menelusuri garis keturunan Kyai Ilyas dari berbagai jalur, namun hasilnya nihil. “Insyaallah, tidak ada sangkut pautnya,” tegas Kunto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB