Home / DKI

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Digelar di Jakarta, Kemendukbangga Soroti Fenomena Fatherless

- Editor

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov DKI Jakarta bersama Kemendukbangga menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta bersama Kemendukbangga menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta.

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) RI menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 itu merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus mendukung tumbuh kembang anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengatakan GAMAS bertujuan mendorong para ayah meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan mereka.

Menurut Wihaji, Kemendukbangga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) agar para ayah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), memperoleh dispensasi untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.

“Pak Menteri PAN-RB sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia agar memberikan dispensasi bagi para ayah untuk menyempatkan waktu mengantar anak mereka ke sekolah, di mana pun mereka berada,” kata Wihaji.

Ia menjelaskan, SLBN 02 Jakarta dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena sekolah tersebut menjadi tempat belajar sekitar 90 peserta didik berkebutuhan khusus yang mendapat dukungan penuh dari orang tua dalam proses pendidikan.

Menurutnya, kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah mampu memperkuat ikatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan motivasi kepada anak.

“Kehadiran ayah di SLB ini akan membangun kedekatan emosional, memberikan motivasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru,” ujarnya.

Wihaji mengungkapkan, sekitar 25 persen anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless, yakni kehilangan figur ayah secara psikologis. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi perkembangan karakter dan kesehatan mental anak.

Ia menilai, ketika peran orang tua berkurang, ruang tersebut kerap diisi oleh penggunaan gawai yang berlebihan.

Baca Juga:  Terpilih Sebagai Ketua KKGO Kecamatan Pulogadung, Dendi Siap Sinergi Dengan Semua Elemen Pendidikan

“Rata-rata delapan hingga sepuluh jam setiap hari, algoritma gawai dapat memengaruhi pikiran dan perilaku anak-anak kita,” katanya.

Lebih lanjut, Wihaji menyebutkan hampir 250 ribu anak berkebutuhan khusus saat ini menempuh pendidikan di satuan pendidikan formal di Indonesia. Di DKI Jakarta sendiri terdapat sekitar 6.000 anak berkebutuhan khusus yang sedang mengenyam pendidikan.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan layanan pendidikan inklusif melalui 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dikelola pemerintah daerah.

“Ada 13 SLB di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Saya rasa semuanya memiliki fasilitas yang lengkap sehingga anak-anak yang lulus nantinya memiliki keterampilan untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan Pemprov DKI telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah yang mengimbau seluruh ASN mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat peran ayah melalui program Ayah Idaman (AMAN), yang menjadi wadah edukasi bagi para ayah untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dalam keluarga.

“Ayah Idaman adalah sosok ayah yang hadir dan mengikuti perkembangan anak secara langsung bersama keluarga. Hal ini dimulai dengan membangun komunikasi, menjalankan fungsi agama, serta berbagai fungsi lainnya untuk membentuk keluarga yang ideal,” ujar Dwi Oktavia.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah diharapkan dapat menumbuhkan budaya pengasuhan yang lebih baik dengan mendorong keterlibatan ayah sejak dini.

Kehadiran ayah tidak hanya bermakna mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menjadi simbol dukungan, rasa aman, dan kasih sayang yang berperan penting dalam membentuk karakter serta kepercayaan diri anak untuk menghadapi masa depan. (eng)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Prajurit Kodam Jaya Bersihkan Kawasan Monas Usai Amankan Perayaan HUT RI ke-81
GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak
Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta
Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta
Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi
Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Prajurit Kodam Jaya Bersihkan Kawasan Monas Usai Amankan Perayaan HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:10 WIB

GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta

Berita Terbaru

Daerah

Patriot Merdeka Cup Sajikan Padel Meriahkan HUT RI

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:13 WIB