Hasil Survei Versi Etos Institut, Pasangan Herkos-Solihin Tempati Posisi Puncak

- Editor

Selasa, 29 Oktober 2024 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga survei ETOS Indonesia Institute merilis hasil survei terbarunya terkait dengan elektabilitas tiga calon pasangan calon kepala daerah Kota Bekasi yang akan bertarung pada Pilkada mendatang.

Survei dengan menggunakan responden 1200 dengan margin eror 2,37% dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan metode random secara acak ke semua kecamatan di wilayah Kota Bekasi. Survei dilakukan pada 10 – 20 Oktober 2024.

Hasilnya, pasangan Herkos-Sholihin menempati posisi puncak yaitu 47,6%, kemudian tempat kedua Tri Adhianto-Harris Bobihoe 26,3% dan terakhir Uu Saeful Miqdar- Nurul Sumarheni 15,1% dan 11% menyatakan tidak menggunakan pilihannya alias abstain,.

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mengungkapkan, mengingat waktu yang semakin lama semakin sempit maka dipastikan presentase Herkos – Sholihin tak akan terganggu dan bisa dipastikan pasangan ini mempunyai peluang besar untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi.

Iskandar menilai, tingginya prosentase pasangan Herkos-Solihin dikarenakan konsolidasi dan sosialisasi yang yang dilakukan paslon nomor urut 1 tersebut selama ini sangat masif. Selain itu, track record maupun rekam jejak keduanya pun dinilai bagus jika dibandingkan dengan paslon lainnya.

Bagaimana dengan incumbent?,

Iskandar mengatakan incumbent (Tri Adhianto), secara popularitas memang tinggi, namun elektabilitasnya sangat diragukan. Mengingat kasus-kasus hukum tengah menunggunya, baik itu di KPK maupun di Kejaksaan Agung.

Baca Juga:  Diduga Dukung Salah Satu Cakada, Sejumlah ASN dan Kepala Dinas Kota Bekasi Bakal Diadukan ke BPASN

Kendati demikian kata Iskandar, keputusan itu dikembalikan kepada masyarakat Kota Bekasi. Apakah masyarakat akan memilih pemimpin yang mimin resistensi hukum atau justru sebaliknya Kota Bekasi kembali menyumbangkan tersangka korupsi ke KPK.

“Saya rasa cukup sudah 2 walikota lalu disumbangkan Kota Bekasi kepada KPK,” kata Iskandar dalam keterangannya, Senin (28/10/2024).

Lebih lanjut, saat ini masyarakat membutuhkan pemimpin yang visioner dan berintegritas serta memiliki portofolio yang baik guna membangun Kota Bekasi ke depan menjadi kota mandiri, sebagai kota penyanggah Jakarta (Ibu Kota Negara)

Iskandar juga mengingatkan, jangan sampai masyarakat memilih calon pemimpin yang memiliki sandera hukum. Oleh karena itu, ia mengajak publik bisa belajar dari pengalaman sejumlah ketum partai pada kontestasi Pilpres lalu.

“Mereka tidak bisa berbuat banyak dan dan “dipaksa” masuk dalam koalisi gemuk lantaran dugaan sejumlah kasus korupsi yang bakal menjerat sejumlah ketum partai tersebut. Oleh karena itu kami mengingatkan agar kejadian serupa menimpa Kota Bekasi, yaitu memilih calon wali kota yang memiliki sandera hukum,” tegasnya.

“Yang pastinya pemimpin Kota Bekasi harus benar-benar memiliki catatan baik, termasuk tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi,” imbuh Iskandar.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan
Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
Sekjen FPRMI: Literasi Jurnalistik Harus Diperkuat agar Masyarakat Tak Mudah Percaya Hoaks
67 Tokoh Nasional Raih Pimred Award dan Pena Emas 2026 dari FPRMI, Simak Daftar Lengkapnya
Soroti Temuan Hampir Rp3 Miliar di DBMSDA, NCW DPD Bekasi Raya Desak Audit Investigatif dan Pendalaman dari APH

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:42 WIB

Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:59 WIB

Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel

Senin, 20 Juli 2026 - 15:46 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

Begal Bawa Kabur Motor Pelajar Di Bekasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:58 WIB

Naniek Sudaryati Deyang (Foto: Ist)

Nasional

Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:11 WIB