Survei Etos Institut: Herkos – Sholihin Ungguli Kandidat Lain di Pilkada Kota Bekasi

- Editor

Senin, 14 Oktober 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA, Mediakarya – Pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi 2024 semakin mendekat, sementara peta elektabilitas mulai menunjukkan persaingan yang cukup ketat.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Etos Indonesia Institute terhadap tiga pasangan calon kepala daerah Kota Bekasi sebagaimana dalam rilis terbarunya pada Sabtu (12/10/2024)

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah menyebut bahwa dari tiga pasangan cakada Kota Bekasi, elektabilitas paslon nomor urut 1 Heri Koswara-Solihin berada di posisi puncak survei.

Sementara, posisi kedua ditempati oleh pasangan nomor urut 3, Tri Adhianto-Harris Bobihoe, dan selanjutnya di posisi ketiga ditempati oleh pasangan nomor urut 2, Uu Saeful Miqdar-Nurul Sumarheni.

Namun demikian, Iskandar menilai persaingan ini masih terbuka hingga hari pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung 27 November 2024 mendatang.

Iskandar mengungkapkan, survei melibatkan 1200 responden dengan margin eror 2,23% dengan tingkat kepercayaan 96%. Adapun survei dilaksanakan pada 1 – 10 Oktober 2024. Survei dilakukan secara random secara acak di setiap kecamatan yang ada di wilayah Kota Bekasi Jawa Barat,

Hasilnya pasangan Heri Koeswara-Sholihin memperoleh hasil 38,7%, disusul tempat kedua Tri Adhianto Tjahyono – Abdul Harris Bobihoe dengan 26,8%. Kemudian posisi ketiga ditempati pasangan
Uu Saeful Mekdar – Nurul Sumarheni dengan presentase 23,1%, dan sisanya yang menyatakan abstein 11.4%,

Iskandar mengungkapkan, naiknya presentase pasangan Herkos-Sholihin dikarenakan kinerja pasangan tersebut dalam menggalang dukungan dan menggerakkan mesin partai koalisinya dianggap baik dan banyak manfaat oleh warga Kota Bekasi,

Baca Juga:  Banyak Pedagang Pasar Induk Cibitung Bekasi Belum Divaksin

“Hari ini memang rakyat perlu calon kepala daerah yang bekerja nyata, selain itu tidak ada kasus korupsi yang membayang-bayangi bagi para kandidat di belakang hari,” ujar Iskandar dalam keterangan persnya, Senin (14/10/2024).

Berdasarkan survei Etos, mayoritas masyarakat Kota Bekasi tak mau lagi jika kepala daerahnya kembali menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk yang ketiga kalinya.

“Masyarakat Kota Bekasi juga tak mau lagi dibayang-bayangi faksi koruptor yang berkepanjangan. Desakan adanya bersih-bersih di lingkungan pemerintahan saat ini cukup kuat,” katanya.

Menurut dia, merosotnya elektabilitas Tri Adhianto dalam hasil survei Etos diprediksi lantaran mencuatnya tudingan adanya dugaan korupsi terhadap mantan Wali Kota Bekasi itu tengah menjadi sorotan publik.

“Ramainya pemberitaan terkait dengan dugaan korupsi yang menyeret salah satu cakada maka sudah barang tentu menjadi sentimen negatif bagi masyarakat,” ucapnya.

Iskandar juga menilai masyarakat Kota Bekasi sepertinya sudah banyak mengambil pelajaran yang berharga bagaimana untuk mencari pemimpin yang ideal setelah dua kepala daerah sebelumnya ditangkap KPK.

“Salah satunya masyarakat saat ini dapat melihat rekam jejaknya atau mencari referensi melalui jejak digital calon wali kota yang akan dipilihnya. Apakah pernah dilaporkan dan atau terseret kasus korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya,” tutup Iskandar.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB