Pemerintah Kembali Buka Keran Ekspor CPO, IKAPPI: Terpenting kebutuhan dalam negeri tercukupi

- Penulis

Kamis, 2 Juni 2022 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak Goreng curah (Foto: Ist)

Minyak Goreng curah (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Harga minyak goreng (migor) hingga kini masih menjadi polemik berkepanjangan. Terkait hal ini, Presiden joko Widodo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menstabilkan harga minyak goreng.

Terkait hal ini, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), tidak mempermasalahkan menteri yang ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga migor.

“Kami dari IKAPPI sebenarnya tidak mempermasalahkan siapapun yang presiden untuk menstabilkan harga migor. Yang penting bagi kami, harga migor bisa ditekan, dan rantai distribusi bisa dipangkas, ujar Muhammad Ainun Najib, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, ketika dihubungi, belum lama ini.

Muhammad Ainun Najib pun mengatakan, pihaknya juga tidak mempermasalahkan keran ekspor migor yang telah dibuka oleh pemerintah.

“Pemerintah-sah-sah saja membuka keran ekspor. Namun yang kami minta kebutuhan dalam negeri juga harus tercukupi terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga:  Komjen Agus Andrianto Tegaskan Tak ada Matahari Kembar di Polri

Menurutnya, jika kebutuhan domestik terpenuhi, maka harga migor akan stabil. “Jika harga belum stabil, konsumen akan berat beli migor, pedagang juga berat jualannya,” ujarnya.

Senada, Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI mengatakan tidak mempersoalkan dicabutnya subsidi migor. “Pemerintah seharusnya mencabut subsidi migor digantikan dengan subsidi untuk para distributor agar pendistribusian ke pasar-pasar lancar. Sebab, ini persoalan yang dihadapi oleh para distributor,” katanya.

Reynaldi juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan harga minyak curah yang saat ini sudah tembus Rp19 ribu. Sebab, ini pertama kali dalam sejarah Indonesia.

“Harus diperhatikan nini harga minyak curah lantaran mendekati harga minyak kemasan. kala perbedaan harganya tidak jauh akan menimbulkan multiplayer Impact di pasar,” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Tujuan Akhir dari Aturan Monopoli SDA, Reindustrialisasi dan Penerimaan Pajak
Gonjang-ganjing Rupiah: Di Bawah Bayang-bayag Ketidakpastian, Kapan Beakhir?
Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
Bukan Sekadar Energi, PT JOE Kirim Hewan Kurban untuk Warga Kepulauan Seribu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:09 WIB

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:07 WIB

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:10 WIB

Gonjang-ganjing Rupiah: Di Bawah Bayang-bayag Ketidakpastian, Kapan Beakhir?

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Berita Terbaru

Daerah

Wabup Yusuf Nache Instruksikan ASN Pangkas Birokrasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:36 WIB

Kqpal tanker yang melintasi selat hormuz (Foto: Ist)

Internasional

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB