Ini Prediksi Baju Yang Jadi Primadona di Tahun 2022

- Editor

Sabtu, 12 Februari 2022 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sejumlah designer memprediksi bahwa baju anak-anak 2 in 1 hingga hijab instan akan menjadi modest fashion paling diminati di tahun 2022 ini, meskipun masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Ina Raya, salah seorang designer mengungkapkan, untuk tahun 2022 seperti baju anak-anak perkembangannya sedang menuai hasil yang positif, bahkan boleh dikatakan untuk pangsa pasarnya sangat bagus.

“Jika dilihat saat ini, baju anak sedang bagus pasarnya. Terutama baju anak-anak yang bisa 2 in 1, artinya bisa dipakai umum bisa juga dipakai baju muslimah atau modest fashion dengan menambahkan hijab instan,” ujarnya, Jumat (11/2/2022).

Dijelaskannya, secara umum design baju yang bisa dipakai di rumah maupun dipakai berpergian non formal juga lagi happening saat ini.

Baca Juga:  Ditjen AHU Optimalkan Ekstradisi dan MLA

Selain itu, bahan katun yang nyaman dipakai baik katun rayon atau katun Jepang, juga diprediksi dirinya akan menjadi primadona warga tahun ini.

“Design baju yang bisa dipakai di rumah atau pun non formal hingga katun rayon dan katun Jepang, saya kira juga akan menjadi primadona warga tahun ini meskipun masih pandemi,” terangnya.

Sedangkan untuk perawatannya sendiri, Ina memberikan sejumlah tips. Untuk katun, perawatannya cenderung lebih mudah. Yang penting setelah dicuci, cukup diangin-anginkan saja dan tidak terkena sinar matahari langsung supaya warnanya tetap terjaga dan tidak mudah pudar.

“Yang perlu diingat, setelah dicuci, cukup diangin-anginkan saja dan tidak terkena sinar matahari langsung,” tandas Ina. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Headline

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:28 WIB