Internet Dorong Kultur Berdemokrasi Generasi Milenial Indonesia

- Editor

Senin, 8 Agustus 2022 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Struktur dan Kultur E-Democracy Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta

Diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Struktur dan Kultur E-Democracy Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta

JAKARTA, Mediakarya – Generasi milenial dianggap masih belum menjadi aktor utama dari demokrasi dan masih menjadi etalase politik belaka. Meski demikian milenial secara faktual banyak ikut berpartisipasi dalam demokrasi di media sosial, hanya saja secara struktur belum terartikulasikan dengan baik.

Demikian mengemuka dalam acara diskusi Milenal Bincang Politik bertajuk Struktur dan Kultur E-Democracy Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta, baru-baru ini.

Diskusi yang diselenggarakan Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia yang bekerjasama dengan Bakti Kominfo itu menghadirkan pengamat politik Andi Mallarangeng, dosen komunikasi politik UGM, Nyarwi Ahmad, mantan Ketua Formappi, Sebastian Salang dan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker.

“Jadi kulturnya sebenarnya ada. Kulturnya itu sosial media. Internet ini menyuburkan kultur berdemokrasi karena apa yang tidak bisa dibicarakan di lembaga formal menjadi bahan diskusi,” kata Nyarwi Ahmad.

Generasi milenial, kata Nyarwi Ahmad, agar lebih partisipatif dalam berdemokrasi membutuhkan teknologi digital atau e-democracy.

Dia menyebut partai politik perlu mereformasi kultur kelembagaan politik. Begitu pula dengan cara kerja dalam sistem demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa agar e-democracy di masa mendatang tak menjadi bencana maka kalangan milenial sebagai penyangga demokrasi penting pula memiliki dan merawat gagasan besar keindonesiaan.

“Di era media sosial momentum anak muda untuk tampil sebagai politisi, sebagai pemimpin, tetapi juga jangan tampil tanpa punya substansi ide tadi,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sebastian Salang, menurut dia, generasi milenial tidak lagi sekedar pengguna informasi tetapi menjadi kreator informasi. “Generasi milenial dikhawatirkan sulit mengenali dan merefleksi diri mereka sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Bagian Dari Hak Asasi, RUU PDP Amanat UUD 1945

Meski begitu, lanjut Sebastian Salang, perilaku dan preferensi generasi milenial dinilai berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya. “Mereka generasi milenial hidup dalam perputaran informasi yang berusia sangat pendek. Informasi sangat cepat dimunculkan dan cepat juga berubah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pengamat politik Andi Mallarangeng mengatakan internet merupakan area baru untuk kampanye politik sekaligus sebagai sarana baru untuk mensosialisasikan dan meluncurkan kebijakan di tengah kompetisi informasi yang sangat luas.

Dari data yang ada, kata Andi Mallarangeng, jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 204,7 juta pengguna dimana. “Pada tahun 2019, pengguna internet di perkotaan mencapai 62 persen, sementara di pedesaan sekitar 36 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid dalam keynote speakernya mengatakan dalam konteks demokrasi digital, ruang digital melahirkan arena baru bagi diskusi demokrasi dengan prinsip-prinsip partisipatif, transparansi dan akuntabel.

“Demokrasi pada era ini bercirikan pelaksanaan penyampaian aspirasi dan diskusi kebijakan secara terbuka tanpa dibatasi ruang, waktu dan kondisi fisik,” katanya.

Politisi perempuan Partai Golkar itu meyakini perkembangan teknologi informasi dan digital yang cepat tentunya akan mengubah pola perilaku dan jenis kegiatan masyarakat dalam berpolitik. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar
Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan

Minggu, 27 September 2026 - 15:44 WIB

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Minggu, 27 September 2026 - 10:36 WIB

Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Berita Terbaru