ITPLN Kupas Rahasia Stabilitas Listrik Hijau PLTS dan BESS di Nusa Penida

- Editor

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ITPLN bersama PLN Indonesia Power membahas stabilitas listrik hijau di Nusa Penida.

ITPLN bersama PLN Indonesia Power membahas stabilitas listrik hijau di Nusa Penida.

JAKARTA, Mediakarya — Sekolah Vokasi Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengupas strategi penguatan listrik hijau di Nusa Penida, Bali, melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS).

Pembahasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Guest Lecturer bertema “Penerapan Teknik Instalasi dan Pemeliharaan PLTS di PLN Nusa Penida dalam Mendukung Ketersediaan Energi Lokal” yang diprakarsai Direktur Sekolah Vokasi ITPLN, Tony Koerniawan.

Technician Life Cycle Management and Investasi UBP Bali Indonesia Power, Dwi Wijanarko, menjelaskan sistem PLTS dan BESS menjadi solusi penting untuk menjaga stabilitas listrik di wilayah kepulauan sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju energi bersih.

“Teknologi ini menjadi kunci menjaga keandalan listrik di kawasan kepulauan sekaligus mendukung transisi energi nasional,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, sistem kelistrikan di Nusa Penida memiliki tantangan tersendiri karena berada di wilayah terisolasi dengan beban puncak listrik mencapai 16 megawatt (MW).

Saat ini, kebutuhan listrik di kawasan tersebut masih didominasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 21 MW. Namun, PLN Indonesia Power juga telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 3,5 MWac dan BESS sebesar 3 MWh untuk memperkuat kestabilan pasokan listrik.

Menurut Dwi, keberadaan BESS sangat penting karena mampu mengompensasi fluktuasi daya dari PLTS sehingga listrik yang disalurkan ke masyarakat tetap stabil.

“BESS bekerja menyimpan energi ketika produksi listrik surya berlebih, lalu melepaskannya kembali saat kebutuhan meningkat atau produksi listrik menurun,” katanya.

Teknologi tersebut dinilai efektif untuk mendukung integrasi energi baru terbarukan, terutama di daerah terpencil dan sistem kelistrikan terisolasi seperti Nusa Penida.

Dalam paparannya, Dwi juga menjelaskan sejumlah komponen utama dalam sistem BESS, seperti Battery Management System (BMS), Energy Management System (EMS), dan Power Conversion System (PCS).

Baca Juga:  UI Raih Mandaya Awards 2025 atas Pengabdian Melalui Ekspedisi Patriot di Morotai

BMS berfungsi memantau serta mengatur kondisi baterai agar tetap aman dan efisien. Sementara EMS bertugas mengatur distribusi aliran listrik dari berbagai sumber energi menuju kebutuhan beban masyarakat.

Adapun PCS berfungsi mengubah arus AC menjadi DC maupun sebaliknya agar sistem baterai dapat terhubung dengan jaringan listrik.

Selain instalasi, Dwi turut menekankan pentingnya pemeliharaan berkala pada sistem PLTS dan BESS, mulai dari pemeriksaan pendingin, koneksi kabel, parameter baterai, hingga pengujian performa sistem secara rutin.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN juga berencana menambah kapasitas energi baru terbarukan di Nusa Penida melalui pembangunan PLTS 4,5 MW terintegrasi BESS pada 2026–2027, serta PLTB 10 MW dengan BESS pada 2027–2028.

“Kombinasi PLTS dan BESS menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem kelistrikan yang lebih andal, efisien, dan ramah lingkungan,” ungkap Dwi.

Direktur Sekolah Vokasi ITPLN, Tony Koerniawan, mengatakan kegiatan Guest Lecturer menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung transisi energi nasional melalui pembelajaran berbasis praktik industri.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali wawasan dan pengalaman langsung dari praktisi agar mampu memahami tantangan sektor energi masa depan.

“Sekolah Vokasi ITPLN terus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam pengembangan energi bersih serta berkelanjutan,” ujar Tony.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain dari UBP Bali Indonesia Power, Rizal Friansyah selaku Efficiency Engineer. Acara dipandu Dr. Ir. Nurmiati Pasra, S.T., M.T. dan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. (Hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Maraknya Hoaks dan Kebocoran Data, Dosen UNJ Kembangkan E-Modul “Etika Informasi” Untuk Perkuat Literasi Digital  
Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi
Tingkatkan Mutu Perpustakaan Sekolah, FIP UNJ dan Disarpusda Kota Bekasi Gelar PkM untuk Pengelola Perpustakaan SD dan SMP
Tim PKM UNJ Edukasi Siswa SDN Medalsari III Karawang Hadapi Cyberbullying
Fahri Hamzah ke Azka: Belajarlah di Belanda, Tapi Perbaikilah Sistem di Sini
Kemendikdasmen Perkuat Pelatihan PMKKA Berbasis Mata Pelajaran, Tingkatkan Kompetensi Guru di Era AI
Bertemu Wamen PU, Penerima Beasiswa Garuda LPDP dengan 30 LoA Dunia Siapkan Ilmu untuk Pembangunan Indonesia
Warta Kota Awards 2026 Jadikan Inovasi Daerah Sebagai Laboratorium Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Maraknya Hoaks dan Kebocoran Data, Dosen UNJ Kembangkan E-Modul “Etika Informasi” Untuk Perkuat Literasi Digital  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Tingkatkan Mutu Perpustakaan Sekolah, FIP UNJ dan Disarpusda Kota Bekasi Gelar PkM untuk Pengelola Perpustakaan SD dan SMP

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Tim PKM UNJ Edukasi Siswa SDN Medalsari III Karawang Hadapi Cyberbullying

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:00 WIB

Fahri Hamzah ke Azka: Belajarlah di Belanda, Tapi Perbaikilah Sistem di Sini

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Dr. Adi Suparto (Foto:Ist)

Opini

Jangan Tunggu Daerah Bergolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:34 WIB

Ilustrasi (Foto:Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Soroti Klaim Ekonomi Membaik, Ekonom Senior Ini Ungkap Hasil Survei ISEI

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:51 WIB