Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Prof. Muhammad Mufti Mubarok saat di terowongan Mina.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Prof. Muhammad Mufti Mubarok saat di terowongan Mina.

MEKKAH, Mediakarya – Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Prof. Muhammad Mufti Mubarok, meminta seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji. Pernyataan itu disampaikannya langsung dari Terowongan Mina, Arab Saudi, pada Sabtu (23/5/2026) atau 6 Zulhijah 1447 H.

Mufti menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah telah memastikan kesiapan penyelenggaraan wukuf di Padang Arafah secara menyeluruh. Namun dia menekankan bahwa jemaah tetap harus mempersiapkan diri secara mandiri, khususnya dari sisi fisik. “Haji ini sesungguhnya 80 persen lebih adalah fisik,” ujarnya.

Dia meminta jemaah memanfaatkan waktu pada 6, 7, dan 8 Zulhijah untuk menjaga stamina, termasuk pada hari Tarwiyah, sebelum melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah. Selain fisik, Mufti juga mengingatkan jemaah agar mempersiapkan diri secara syariat karena haji merupakan ibadah.

Baca Juga:  Kejari Mukomuko-BPKP Koordinasi Audit Kerugian Negara Perkara BPNT

Di sisi lain, Mufti menilai pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan baik meski menjadi penyelenggaraan perdana bagi kementerian yang baru dibentuk. Dia tetap meminta seluruh pihak memperketat mitigasi di semua sektor, terutama pada Armuzna yang dia sebut sebagai tahapan paling krusial.

Sejalan dengan tema haji tahun ini, Haji Ramah Lansia, Mufti secara khusus meminta agar pelaksanaan murur benar-benar diperhatikan.

Dia juga mengingatkan jemaah yang belum menunaikan kewajiban dam (denda) untuk segera melaksanakannya. Dia menganjurkan pembayaran dilakukan melalui jalur resmi seperti Adahi, Baznas, atau ormas Islam di Indonesia. Selain itu, jemaah juga dapat menitipkan pembayaran kepada keluarga di Tanah Air. “Manfaatnya lebih bagus daripada kita tidak tahu kemudian disembelih di mana,” tutup Mufti. (Supri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya
PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia
AS Mulai Melunak dengan Iran, Israel Malah Ngambek ke Trump
Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan
Presiden Prabowo Minta Masyarakat Videokan Pejabat yang Bertindak Arogan
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
Bahlil dan Ahmad Muzani dapat Undangan Haji Gratis dari Kerajaan Saudi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:15 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:01 WIB

Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh Pesantren, Ini Syaratnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:05 WIB

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:26 WIB

Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:17 WIB

AS Mulai Melunak dengan Iran, Israel Malah Ngambek ke Trump

Berita Terbaru

Bank Jakarta meraih 7 penghargaan dalam ajang Infobank-Isentia Digital Brand Recognition 2025.

Ekonomi & Bisnis

Dorong Transformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:21 WIB