Ketum GP Ansor Dianugerahi Penghargaan Sehati Seperjalanan oleh KWI

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin meraih penghargaan Sehati Seperjuangan dari KWI

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin meraih penghargaan Sehati Seperjuangan dari KWI

JAKARTA, Mediakarya – Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menganugerahkan penghargaan Sehati Seperjalanan kepada Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin.

Penghargaan ini diberikan karena Bang Addin, sapaan akrabnya, dinilai memiliki komitmen dalam membangun kerukunan dan perdamaian di Indonesia serta dunia melalui Deklarasi Jakarta-Vatikan yang ditandatangani Paus Fransiskus di Vatikan pada 21 Agustus 2024. Selain itu, ia juga dianggap telah menerapkan Pedoman dalam Kebenaran dan Kasih (PDKK).

“Dengan pemberian anugerah ini, Komisi HAK KWI ingin mengucapkan terima kasih dan menjadi Teman Sehati Seperjalanan,” ujar Sekretaris Komisi HAK KWI, Romo Aloysius Budi Purnomo, dalam rapat pleno nasional Komisi HAK KWI di Kantor KWI, Jakarta.

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh kader Ansor akan terus berkomitmen menjalankan Deklarasi Jakarta-Vatikan serta menjaga Indonesia.

“Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk bekerja lebih maksimal dalam mempererat persatuan bangsa dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan negeri. Kita harus mengonsolidasikan nilai-nilai kebaikan dalam diri kita masing-masing. Kejadian kelam seperti penggunaan isu SARA, hambatan dalam beribadah, serta intimidasi terhadap kelompok minoritas tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemendagri Ingatkan Publik Jual NFT Foto e-KTP Didenda Rp1 Miliar

Addin menegaskan bahwa ke depan, toleransi beragama harus diperluas cakupannya menjadi toleransi sosial dan ekonomi agar ketimpangan dapat dikurangi, serta harmoni dalam masyarakat semakin kokoh. “Kita harus memperkuat toleransi, baik antarumat beragama, sosial, maupun ekonomi,” tambahnya.

Selain Addin Jauharuddin, Romo Aloysius menyebutkan bahwa penghargaan Sehati Seperjalanan juga diberikan kepada sejumlah Ketua Umum organisasi kepemudaan lintas agama lainnya.

Mereka adalah Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Umum Pemuda Kristen (GAMKI) Sahat MP Sinurat, Ketua Umum Pemuda Hindu (Peradah) I Gede Ariawan, Wakil Ketua Umum Pemuda Buddha (Gemabudhi) Wiryawan, dan Ketua Umum Pemuda Konghucu (Gemaku) JS Kristan.

Usai penandatanganan Deklarasi Jakarta-Vatikan, para ketua organisasi kepemudaan lintas agama tersebut telah melaksanakan berbagai kegiatan bersama sebagai wujud nyata deklarasi tersebut.

Di antaranya, mereka mengadakan silaturahmi ke Gereja Kristen Jawa Minomartani serta Gereja Katolik St. Petrus & Paulus Minomartani di Sleman, Yogyakarta, pada 20 Desember 2024.

Mereka juga melakukan penanaman pohon di Nawang Jagad, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Terakhir, perwakilan GP Ansor mengunjungi Pertapaan Katolik Rawaseneng untuk belajar mengelola peternakan dan pengolahan susu segar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:08 WIB

Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Berita Terbaru