PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

- Editor

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohimat, Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI)

Rohimat, Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI)

BANDUNG, Mediakarya — Menindaklanjuti sorotan tajam yang dilayangkan pada pekan-pekan sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPP LSM PMPRI) kembali mempertegas sikap kritisnya terhadap karut-marut tata kelola anggaran di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Umum DPP LSM PMPRI, Rohimat yang akrab disapa Kang Joker, menilai bahwa riuh klarifikasi dari pihak BGN belakangan ini justru semakin mengonfirmasi adanya ketidakwajaran dalam penyusunan prioritas anggaran negara.

“Sejak awal, PMPRI sudah mengingatkan dan menyoroti secara tajam. Sekarang, ketika publik ribut, mereka sibuk mengklarifikasi bahwa harga kaos kaki bukan Rp100.000 melainkan Rp54.000 per pasang karena menggunakan mekanisme Swakelola Tipe Dua dengan pihak pertahanan. Tapi poin esensinya bukan sekadar angka korupsi atau markup, melainkan asas kepatutan dan logika kebijakan!” tegas Kang Joker dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

PMPRI menilai, pembenaran anggaran senilai miliaran rupiah untuk pengadaan perlengkapan dinas lapangan termasuk kaos kaki untuk pendidikan komando cadangan sangat tidak masuk akal jika dibebankan pada pagu anggaran lembaga yang tugas utamanya adalah mengurus isi piring dan pemenuhan gizi anak-anak bangsa.

Baca Juga:  Asiiik…Komisi X Bakal Kawal Rekrutmen Sejuta Guru Honorer

“Masyarakat hari ini menjerit melihat kondisi fasilitas sekolah yang rusak dan nasib guru honorer yang memprihatinkan. Di tengah situasi itu, ada lembaga baru bernama Badan Gizi yang memegang uang rakyat triliunan rupiah, tapi justru sibuk mengurus pengadaan kaos kaki militer berkedok satuan pelayanan. Apa hubungannya gizi anak stunting dengan kaos kaki?” lanjutnya.

Lebih lanjut, PMPRI mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap seluruh rencana kerja dan anggaran (RKA) BGN, bukan hanya pada sektor operasional seragam.

“Klarifikasi defensif dari pejabat tidak akan bisa membendung skeptisisme publik jika harga satuan yang diklaim Rp54.000 itu pun masih jauh di atas harga pasar wajar. PMPRI akan terus mengawal kasus ini. Jangan sampai program mulia pemenuhan gizi nasional justru dijadikan ‘bancakan’ birokrasi dan ladang bisnis pengadaan barang yang tidak ada urgensinya dengan perut rakyat,” pungkas Kang Joker. (red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar
Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus
Negara Darurat Cognitif Reselience
Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Amnesty International Kecam Kekerasan Terhadap Fungsionaris BEM UI, Desak Kapolri Usut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:52 WIB

KPK Konfirmasi Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus HGB Rp106,3 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Setahun Lebih Mandek, Kasus Perusakan dan Pencurian Properti Milik Asep Awaludin Masuki Babak Gelar Perkara Khusus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Strukturalis di Nusantara Centre)

Headline

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Okt 2026 - 05:15 WIB