JAKARTA, Mediakarya – Ketua Umum Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) H. Imaduddin Masruri yang akrab disapa Gus Imad menegaskan komitmen pesantren untuk terus bersinergi dan berjalan bersama pemerintah dalam ikhtiar meningkatkan perekonomian umat, khususnya penguatan ekonomi di lingkungan pesantren.
Menurut Gus Imad, pesantren sejak dulu telah menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa. Bukan hanya sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dan akhlak, namun juga sebagai tempat tumbuhnya kemandirian, kerja keras, dan semangat gotong royong.
“Pesantren ini adalah rumah besar umat. Di dalamnya ada santri yang belajar, ada kiai dan pengasuh yang membimbing dengan penuh keikhlasan. Maka sudah selayaknya ikhtiar ekonomi yang tumbuh di pesantren ini kita niatkan bersama untuk kemaslahatan, untuk kesejahteraan bersama,” tutur Gus Imad dengan penuh santun, Kamis (29/10/2026).
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes ini memandang, pemerintah telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap kebangkitan ekonomi umat.
Oleh karena itu, pesantren menyambut baik setiap ruang kolaborasi yang dibuka, sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian untuk negeri.
“Kami dari Hebitren insyaAllah siap bersinergi, siap berjalan seiring dengan program-program pemerintah. Niat kita sama, bagaimana ekonomi umat ini bisa berdaya, bagaimana pesantren bisa mandiri, sehingga bisa lebih banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemandirian ekonomi pesantren sejatinya bermuara pada dua hal yang mulia, yakni menjaga kemuliaan santri dan memuliakan para pengasuh.
Santri, kata Gus Imad, perlu dibekali keterampilan usaha, mulai dari pengelolaan koperasi pesantren, pertanian, hingga pemasaran digital, agar kelak ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi penerang bagi lingkungannya.
Sementara itu, para kiai, nyai, dan asatidz yang telah mengabdikan hidupnya untuk mendidik, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dalam hal kesejahteraan.
“Para pengasuh dan guru-guru kita ini adalah pilar. Mereka mendidik dengan hati, dengan doa. Maka menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan beliau-beliau bisa mengajar dengan tenang, insyaAllah ilmunya akan semakin berkah,” ungkapnya.
Gus Imad pun berharap, sinergi antara pesantren dan pemerintah dapat terus diperkuat melalui berbagai langkah kebaikan, seperti penguatan kebutuhan internal pesantren, pelatihan vokasi bagi santri, pendampingan usaha, serta digitalisasi produk-produk pesantren agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Semua ikhtiar ini kita lakukan bukan semata-mata mengejar angka, tetapi mengejar keberkahan. Jika ekonominya berkah, insyaAllah santri akan semakin betah belajar, dan pesantren akan semakin kuat memberi manfaat untuk umat dan bangsa,” pungkas Gus Imad. (Ugy)











