Ketua PII Riau: Insinyur Bukan Sekadar Bangun Beton, Tapi Juga Bangun Peradaban Bangsa

- Editor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST, http://M.Sc, CSTE, IPM, Asean Eng,

Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST, http://M.Sc, CSTE, IPM, Asean Eng,

RIAU, Mediakarya – Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng, menegaskan bahwa peran insinyur dalam perspektif kebangsaan memiliki makna yang luas.

Menurutnya, menjadi insinyur bukan hanya tentang membangun beton, mendirikan gedung, membangun jalan dan jembatan, atau menciptakan teknologi. Insinyur memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun bangsa, menjaga keselamatan manusia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Insinyur juga ikut terlibat membangun peradaban dan tidak hanya menghitung kekuatan struktur, tetapi juga harus memahami kekuatan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Jika pembangunan tidak memberikan manfaat bagi rakyat, maka pembangunannya patut dipertanyakan,” ujar Ulul dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Rabu (28/10/2026).

Ulul yang tercatat sebagai Ketua Pengurus Wilayah PII termuda se-Indonesia itu menyebutkan, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bagi setiap insinyur dalam menjalankan profesinya.

Ia merinci, sila pertama mengajarkan bekerja dengan jujur, berintegritas, dan penuh tanggung jawab moral. Sila kedua menjadikan keselamatan manusia, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

Kemudian sila ketiga memperkuat persatuan bangsa, membuka konektivitas, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Sila keempat mengedepankan musyawarah, kajian ilmiah, dan kepentingan masyarakat luas dalam setiap keputusan pembangunan. Sedangkan sila kelima mengamanatkan agar hasil pembangunan dan kemajuan teknologi dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  HUT Bank DKI Ke-63 Tahun, PJ Gubernur Harap Bank DKI Terus Bertumbuh Bersama Kota Jakarta

Ulul juga menyinggung bahwa ketahanan nasional tidak hanya berbicara tentang pertahanan dan keamanan, tetapi juga tentang bagaimana bangsa membangun dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, energi, industri, dan infrastruktur.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, sehingga kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau pengguna teknologi negara lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menjadi insinyur merupakan kewajiban untuk mengabdi dan melakukan bela negara. Hal itu dapat diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang aman, menjaga keselamatan pekerja, dan menghadirkan teknologi yang bermanfaat.

Menurut Ulul, Indonesia membutuhkan insinyur yang tidak hanya hebat secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, jiwa nasionalisme, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Keinsinyuran adalah kompetensi, integritas adalah kehormatan, kebangsaan adalah landasan, dan pengabdian kepada Indonesia adalah tujuan,” pungkasnya. (Adt/Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IDSurvey Perkuat Daya Saing Industri Nasional Lewat Pengujian dan Sertifikasi Mutu
Ketum Hebitren Siap Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Kemandirian Ekonomi Umat
Soroti Kasus Marbol 3,6 Juta Batang, Pakar Minta Dirjen Bea Cukai Jakarta Atensi Madura
Pelajaran dari Afrika, Haidar Alwi: Kekayaan Alam RI Jangan Hanya Jadi Bancakan Oligarki
Di Balik Seruan “Patungan Beli Kembali Indonesia” Antara Stabilitas Ekonomi dan Ancaman Kedaulatan
Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam
INDEF GTI Desak Pemerintah Fokus Insentif BEV, Bukan Hybrid: Tiap Mobil Listrik Berarti Satu Kendaraan Tak Antre BBM
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Ketum Hebitren Siap Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Kemandirian Ekonomi Umat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Soroti Kasus Marbol 3,6 Juta Batang, Pakar Minta Dirjen Bea Cukai Jakarta Atensi Madura

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Ketua PII Riau: Insinyur Bukan Sekadar Bangun Beton, Tapi Juga Bangun Peradaban Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Pelajaran dari Afrika, Haidar Alwi: Kekayaan Alam RI Jangan Hanya Jadi Bancakan Oligarki

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Di Balik Seruan “Patungan Beli Kembali Indonesia” Antara Stabilitas Ekonomi dan Ancaman Kedaulatan

Berita Terbaru