JAKARTA, Mediakarya – Analis politik yang juga ketua Gerakan Oposisi (GO) Muhammad Syukur Mandar mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mengevaluasi serta merombak (reshuffle) sejumlah menteri dalam kabinetnya yang dinilai memiliki kinerja buruk.
Dia menilai bahwa presiden memegang mandat langsung dari rakyat sehingga harus bertanggung jawab penuh atas kinerja dan realisasi janji-janji pemerintahannya.
Menurutnya, dengan sejumlah alasan bahwa orang yang pertama direshuffle adalah Menko Airlanga Hartarto. Menurut dia, Menko Pereknomian itu mesin busuk peninggalan Joko Widodo, yang tidak memiliki kontribusui apapun dalam meningkatkan perekonomian.
“Airlangga merupakan mesin lama dan busuk, maka dia orang pertama yang harus direshuffle,” kata Sukur Mandar dalam keterangannya, yang dikutip Mediakarya, Rabu (19/8/2026).
Selanjutnya, menteri yang wajib direshuffle adalah Menko Pangan Zulkifli Hasan. Sebagai pejabat yang ditugaskan untuk menjalankan program makan bergisi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) namun jinerjanya dinilai gagal total.
“Akibatnya, presiden harus menelan pil pahit karena kegagalan program MBG dan KDMP, secara tekhnis, maka Zulhas harus direshuffle,” pintanya.
Kemudian, menteri yang wajib direshuffle adalah Menteri Perdagangan, alasan itu dilatarbelakangi karena tingginya impor yang terus meningkat yang diduga dikuasai oleh segelintir perngusaha.
“Ada segelintir orang yang memegang kuota impor, dan mengatur impor dengan jumlah terbatas, sehingga harga-harga menjadi naik. Mulai dari bawang putih, bawang bombai dan sejumlah komuditas pertanian lainnya,” kata Sukur.
Tidak hanya itu, Sukur juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Ia menilai kinerja Menperin sangat jeblok, dan minim prestasi.
Selanjutnya menteri yang direkomendasikan untuk direshuffle adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran dituding kerap mengumbar pernyataan bahwa saat ini pemerintah telah swasembada pangan.
“Padahal pada kenyataannya, banyak komoditi kita masih bergantung paa impor, sehingga reputasi presiden di mata publik menjadi runtuh dikarenakan ucapan menterinya yang memberikan data tidak sesuai dengan faktanya,” tegas Sukur.
Selain itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang diniai perlu mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo agar segera dilakukan reshuffle.
Lebih lanjut, Sukur Mandar juga mengaku bahwa pihaknya akan segera merilis sejumlah menteri yang direkomendasikan untuk dilakukan direshuffle terkait dengan kinerjanya dinilai sangat bobrok dan hanya menjadi beban pemeritahan Prabowo. (Ugy)









