Beranda / Pariwisata / UMKM / Kontribusi Startup Angkat Perekonomian Nasional

Kontribusi Startup Angkat Perekonomian Nasional

JAKARTA, Mediakarya – Sebagai bagian dari industri kreatif, keberadaan startup digital punya peran penting dalam perekonomian di suatu negara. Startup digital dapat melahirkan perusahaan yang berkualitas dan memberikan dampak positif dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat.Tidak hanya itu startup digital turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru.

“Perkembangan startup di tanah air sudah cukup baik, karena sekarang kita sudah melakukan banyak hal, dan mendapati banyak startup yang bermanfaat bagi kita semua,” kata Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid dalam keynote speakernya pada acara Webinar Ngobrol Bareng Legislator, dengan tema Potensi Startup di Era Digital, di Jakarta, Selasa (16/8).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek itu juga menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dan Co-Founder keloladang.com, Raju Pratama sebagai pembicara.

Menurut Meutya Hafid, sebuah keharusan bagi semua bisnis untuk beralih ke digital. Sebab industri digital adalah bisnis masa depan.

“Ke depan memang seluruh bisnis harus beralih ke digital, karena hal tersebut adalah keniscayaan, kebutuhan, dan keharusan zaman yang kita tidak mempunyai banyak pilihan,” kata politisi senior Partai Golkar itu.

Oleh karena itu, lanjut Meutya Hafid, pihaknya juga mendorong Kemkominfo untuk mengembangkan program-program keterampilan digital, dan bermitra dengan sektor swasta guna membantu mengoptimalkan pemanfaatan ruang digital.

“Meningkatnya jumlah startup di Indonesia merupakan tantangan juga bagi ekonomi digital di Indonesia. Indonesia harus cepat beradaptasi dan perlu ditingkatkan kembali literasi digitalnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Co-Founder keloladang.com, Raju Pratama mengatakan keloladang merupakan startup yang membantu para petani dalam mengelola ladangnya.

Keloladang, kata Raju Pratama, sama halnya dengan startup lainnya mendesign teknologi agriculture farming, cuma kelebihannya, keloladang juga membantu para petani lokal seperti di Sumatera Utara untuk mendata tanaman sekaligus waktu yang tepat dalam bercocok tanam.

“Jadi para petani bisa tahu kapan waktu menanan yang baik serta penghitungan masa panen tanamannya melalui teknologi ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Raju Pratama, keloladang juga memberikan informasi harga pasar tanaman sehingga para petani bisa menjual hasil ladangnya dengan margin keuntungan yang tinggi tanpa harus melalui para tengkulak.

Di tempat yang sama, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan kehadiran pandemi Covid-19 di tengah pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas dan bekerja. “Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan di masyarakat inilah yang mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi,” ujarnya.

Untuk menghadapi hal tersebut, lanjut Semuel, dibutuhkan kerja sama masyarakat dalam mewujudkan agenda transformasi digital di Indonesia.

Salah satu pilar penting terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital menjadi salah satu peranan penting di dalamnya.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *