Beranda / Nasional / Politik / Lakpesdam NU Sebut Berkhittah Bukan Berarti Tidak Boleh Berpolitik

Lakpesdam NU Sebut Berkhittah Bukan Berarti Tidak Boleh Berpolitik

JAKARTA, Mediakarya – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan  bahwa NU kembali ke khittah tidak hanya dari satu, akan tetapi juga mencangkup aspek lain, termasuk aspek politik.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad mengatakan seringkali ditemukan pemahaman, bahwa berkhittah artinya tidak boleh berpolitik dan menjaga jarak antara NU dan partai politik.

Hal itu dikatakan Rumadi  saat memberikan sambutan pada peluncuran dan bedah buku “Historiografi Khittah dan Politik Nahdlatul Ulama” pada Rabu (22/12/2022).

Rumadi  mengungkapka, bahwa dengan berpolitik justru akan membawa perubahan besar untuk kemashlahatan Nahdlatul Ulama.

“Buku karya Ahmad Baso yang berjudul Historiografi Khittah dan Politik Nahdlatul Ulama akan memberikan pencerahan bagi Nahdliyin tentang bagaimana bersikap dan berpikir untuk merespons perkembangan zaman,” kata Rumadi.

Sedangkan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan, khittah itu sesuatu yang permanen. Khittah NU adalah melakukan perbaikan-perbaikan. Hadastussyekh KH Hasyim Asy’ari, kata Kiai Ma’ruf, pernah mengatakan NU adalah jam’atus islah yaitu organisasi perbaikan, baik dalam segi keagamaan maupun kemasyarakatan.

Menurutnya tidak ada kaitannya untuk memperoleh kekuasaan.

“NU itu ya Khatwah Islahiyah yaitu langkah-langkah melakukan perbaikan, bukan langkah mendapat kekuasaan, karena kekuasaan itu hanya Allah yang memberikan,” tegasnya.***

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *