LAMI: Kota Bekasi Kembali Berduka

- Penulis

Kamis, 6 Januari 2022 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum LAMI, Jonly Nahampun saat menjadi narasumber Podcast Bisik Mamu KELURAHAN Jakasetia, Bekasi Selatan

Ketua Umum LAMI, Jonly Nahampun saat menjadi narasumber Podcast Bisik Mamu KELURAHAN Jakasetia, Bekasi Selatan

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mengaku prihatin dengan peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Ketua Umum LAMI Jonly Nahampun mengatakan, sebagai lembaga sosial kontrol, pihaknya mengaku prihatin atas OTT KPK itu. Sebab, peristiwa serupa juga pernah terjadi. Di mana Wali Kota sebelumnya, yakni Muchtar Mohammad juga ditangkap lembaga anti rasuah terkait dengan kasus korupsi.

Selanjutnya, kata Jonly, berselang beberapa tahun kemudian, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin juga terjaring OTT KPK dalam kasus suap Mega Proyek Meikarta.

Kemudian, Neneng digantikan oleh Bupati Eka Supria. Namun kepemimpinan Eka tidak berlangsung lama, karena meninggal dunia akibat sakit yang diduga akibat Covid-19.

“Kami berharap agar kasus korupsi yang melibatkan tiga kepala daerah di Bekasi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi para calon pemimpin kepala daerah di Kota dan Kabupaten Bekasi ke depan,” ungkap Jonly kepada Mediakarya, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga:  KPU Berharap Tahapan Pemilu dan Pilkada pada 2024 Tak Beririsan

Sebab, kata dia, kasus korupsi yang menyeret tiga kepala daerah di Bekasi itu membuat duka yang mendalam bagi masyarakat. Sebab amanah yang diberikan di pundak kepala daerah itu disalah gunakan untuk kepentingan pribadi.

Kendati demikian, LAMI berharap, meski adanya peristiwa OTT KPK yang menyeret Wali Kota Rahmat Effendi, proses pembangunan di Kota Bekasi agar terus berjalan.

“Kita ketahui bersama bahwa masyarakat Kota Bekasi saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan ekonomi akibat dampak pandemi, oleh karenanya segala aktivitas warga maupun pelayanan masyarakat jangan sampai terhambat meski Wali Kota tengah menghadapi masalah hukum,” imbau Jonly.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mencuatnya Kasus Dugaan Korupsi di Halmahera Utara Diduga Dipicu Persaingan Politik
Kasus Migas Diambilalih Kejagung, IAW: Momentum Perbaikan Tata Kelola BUMD yang  Transparan dan Akuntabel
KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum
Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta
Bakamla RI Uji Kesiapan Alutsista Lewat Latihan Menembak di Perairan Pulau Galang
Film Anak-Anak Bambu Tayang 23 Juli 2026, Elma Theana Bawa Misi Kepedulian untuk Anak Yatim
IAW: Kejari Kota Bekasi Tidak Kekurangan Pintu Masuk Ungkap Dugaan Korupsi PD Migas
KORMI Sumatera Utara Resmi Lantik Pengurus Se-Kepulauan Nias
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:06 WIB

Mencuatnya Kasus Dugaan Korupsi di Halmahera Utara Diduga Dipicu Persaingan Politik

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kasus Migas Diambilalih Kejagung, IAW: Momentum Perbaikan Tata Kelola BUMD yang  Transparan dan Akuntabel

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:39 WIB

KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:00 WIB

Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:15 WIB

Bakamla RI Uji Kesiapan Alutsista Lewat Latihan Menembak di Perairan Pulau Galang

Berita Terbaru