JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mengaku prihatin dengan peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Ketua Umum LAMI Jonly Nahampun mengatakan, sebagai lembaga sosial kontrol, pihaknya mengaku prihatin atas OTT KPK itu. Sebab, peristiwa serupa juga pernah terjadi. Di mana Wali Kota sebelumnya, yakni Muchtar Mohammad juga ditangkap lembaga anti rasuah terkait dengan kasus korupsi.
Selanjutnya, kata Jonly, berselang beberapa tahun kemudian, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin juga terjaring OTT KPK dalam kasus suap Mega Proyek Meikarta.
Kemudian, Neneng digantikan oleh Bupati Eka Supria. Namun kepemimpinan Eka tidak berlangsung lama, karena meninggal dunia akibat sakit yang diduga akibat Covid-19.
“Kami berharap agar kasus korupsi yang melibatkan tiga kepala daerah di Bekasi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi para calon pemimpin kepala daerah di Kota dan Kabupaten Bekasi ke depan,” ungkap Jonly kepada Mediakarya, Kamis (6/1/2022).
Sebab, kata dia, kasus korupsi yang menyeret tiga kepala daerah di Bekasi itu membuat duka yang mendalam bagi masyarakat. Sebab amanah yang diberikan di pundak kepala daerah itu disalah gunakan untuk kepentingan pribadi.
Kendati demikian, LAMI berharap, meski adanya peristiwa OTT KPK yang menyeret Wali Kota Rahmat Effendi, proses pembangunan di Kota Bekasi agar terus berjalan.
“Kita ketahui bersama bahwa masyarakat Kota Bekasi saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan ekonomi akibat dampak pandemi, oleh karenanya segala aktivitas warga maupun pelayanan masyarakat jangan sampai terhambat meski Wali Kota tengah menghadapi masalah hukum,” imbau Jonly.**











