Lapas Perempuan Ambon Usulkan 40 DPT Tambahan untuk Pemilu 2024

- Editor

Selasa, 23 Januari 2024 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, Mediakarya – Lembaga pemasyarakatan perempuan (Lapua) kelas III Ambon mengusulkan sebanyak 40 Daftar Pemilih Tetap (DPT) tambahan untuk Pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Sebelumnya ada 22 warga binaan yang sudah dipastikan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap, saat ini kami kembali telah mengusulkan 40 orang DPT tambahan jadi yang masuk DPT hanya 62 orang,” ucap Kasupsi Admisi dan orientasi Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Grace Tomasoa di Ambon, Selasa.

Grace mengatakan penambahan 40 DPT tersebut lantaran adanya warga binaan pindahan dari lapas yang ada di kabupaten lain serta adanya warga binaan baru yang menghuni Lapas Perempuan Kelas III Ambon.

“Ada juga mereka yang sudah otomatis masuk ke dalam DPT karena memulai masa tahanan sebelum Pemilu dengan lama masa tahanan mencapai lima atau enam tahun,” katanya.

Grace menjelaskan penambahan itu dilakukan guna memenuhi persyaratan jumlah pemilih minimal 50 orang untuk dapat disediakan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus pada Lapas Perempuan Kelas III Ambon.

Baca Juga:  Bawaslu Usulkan Saka Pramuka Ikut Awasi Pemilu 2024

“Kemarin hasil koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, mereka juga masih koordinasi dengan KPU pusat terkait dengan pengusulan DPT tambahan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon Fifi Firda mengatakan bahwa pihaknya bersama KPU telah melakukan berbagai sosialisasi terkait tata cara pemungutan suara pada Lapas tersebut.

“Nanti mungkin juga kita akan meminta sosialisasi kembali dari KPU sebelum pelaksanaan Pemilu,” ucap Fifi.

Pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional Pemilihan umum 2024 dengan menjaga netralitas pada jajaran petugas.

“Pada intinya kami selaku petugas tetap menjunjung tinggi netralitas dalam Pemilu namun kami tetap memberikan hak memilih untuk warga binaan pada pesta demokrasi ini,” ucapnya, dilansir dari antara.

Saat ini jumlah warga binaan yang menghuni Lapas Perempuan Kelas III Ambon sendiri berjumlah 66 orang yang didominasi oleh narapidana korupsi. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
BPKN RI Siap Dampingi Konsumen Terdampak Karhutla, Termasuk Penumpang Penerbangan yang Dirugikan 
Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri
Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:55 WIB

GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Berita Terbaru