Luhut Sebut Kasus Aktif Covid-19 Turun Hingga 93,9 Persen

- Penulis

Senin, 13 September 2021 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan penurunan trend kasus aktiv Covid-19 sudah mencapai 93,9 persen. Luhut mengungkapkan, khusus di wilayah Jawa dan Bali, penurunan kasus Covid-19 sampai 96 persen.

“Penurunan trend secara nasional 93,9 persen. Khusus Jawa Bali turun 96 persen dari 15 Juli. Jumlah kasus aktif di bawah 100 ribu per hari ini. Kasus baru 2.577 per hari ini tuh ya. Kesembuhan 12 ribu lebih. Jadi ini suatu progress bagus,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (13/9).

Luhut menjelaskan penurunan ini kemudian berdampak pada penurunan level beberapa daerah. Bali yang semula berada di level empat turun menjadi level 3. Sedangkan saat ini tinggal 3 wilayah yang masih berada di level 4 seperti Sukoharjo, Tegal dan Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Luhut Pastikan Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Terkendali

Naiknya tiga wilayah tersebut ke level empat karena tiga wilayah tersebut malah mengalami kenaikan kasus aktif. “Perlu kewaspadaan kita semua sekali lagi, karena terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian dibeberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Semarang,” kata Luhut, dikutip dari republika.

Luhut juga menjelaskan bahwa sebuah daerah tidak menutup kemungkinan akan naik level lagi jika tidak memberlakukan protokol kesehatan yang baik.

“Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euphoria dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protocol Kesehatan dan penggunaan peduli lindungi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya dari Covid19,” jelas Luhut.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kian Parah, Ternyata Tiga Pimpinan BGN Rangkap Jabatan di BUMN
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp92 Miliar
Banyak Prestasi Selama Jabat Kakorlantas Polri, IPW Apresiasi Kinerja Irjen Agus Suryonugroho
Humas Pemda: Di Antara Tugas Pokok dan Penyimpangan Fungsi
Tempatkan Polri Paling Korup di Asia Tenggara, Haidar Sebut Metodologi Indexmundi Tak Layak Jadi Rujukan
Kecewa Kepada Ketua DPD, Ratusan Kader Golkar Jabar Bakal ‘Bedol Desa’ ke PSI
JBJL 2026 Jadi Panggung Lahirnya Talenta Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Kasus Blueray: Benang Merah Menembus Banyak Seragam
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 07:00 WIB

Kian Parah, Ternyata Tiga Pimpinan BGN Rangkap Jabatan di BUMN

Senin, 6 Juli 2026 - 05:09 WIB

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp92 Miliar

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Banyak Prestasi Selama Jabat Kakorlantas Polri, IPW Apresiasi Kinerja Irjen Agus Suryonugroho

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:46 WIB

Humas Pemda: Di Antara Tugas Pokok dan Penyimpangan Fungsi

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:04 WIB

Tempatkan Polri Paling Korup di Asia Tenggara, Haidar Sebut Metodologi Indexmundi Tak Layak Jadi Rujukan

Berita Terbaru

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof. Didik J Rachbini (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Kalah oleh Vietnam, PMI Indonesia Turun ke Zona Bahaya

Minggu, 5 Jul 2026 - 21:11 WIB

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Hukum

CBA akan Adukan Penanganan Kasus Bea Cukai ke Dewas KPK

Minggu, 5 Jul 2026 - 20:54 WIB