Migas Aceh Bernilai Fantastis, Kontribusi untuk Rakyat Dinilai Masih Minim

- Editor

Sabtu, 20 September 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendesak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kementerian ESDM untuk memperkuat tata kelola sektor minyak dan gas (migas) di Aceh

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendesak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kementerian ESDM untuk memperkuat tata kelola sektor minyak dan gas (migas) di Aceh

BANDA ACEH, Mediakarya – Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendesak Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kementerian ESDM untuk memperkuat tata kelola sektor minyak dan gas (migas) di Aceh agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.

Seruan tersebut disampaikan Meitri saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi XII DPR RI ke BPMA dan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas di Aceh pada 11–13 September 2025.

“Potensi migas Aceh sangat besar, tetapi kontribusinya ke ekonomi daerah belum maksimal. Tahun 2023, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Aceh hanya Rp252,67 miliar, kurang dari 1 persen dari APBD Aceh 2024 yang mencapai Rp36,26 triliun,” tegas politisi PKS itu, Jumat (12/9/2025).

Menurut Meitri, secara geologi Aceh menyimpan cadangan hidrokarbon raksasa, baik di darat maupun laut. Blok Andaman I, II, dan III diperkirakan memiliki potensi gas bumi hingga 6 triliun kaki kubik (TCF). Namun, besarnya potensi ini belum tercermin dalam kontribusi fiskal maupun manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia mendorong BPMA mempercepat monetisasi cadangan migas dengan tata kelola yang lebih efektif agar hasilnya benar-benar dirasakan rakyat Aceh.

Baca Juga:  SKK Migas: Kian Banyak Industri Lokal Hulu Migas "Go Global"

Meitri juga menyoroti sejumlah masalah mendasar yang membelit sektor migas Aceh. Lapangan tua seperti Arun sudah memasuki fase penurunan produksi sehingga memerlukan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Selain itu, keterbatasan infrastruktur gas seperti jaringan pipa ARBAN, terminal, dan fasilitas distribusi membuat cadangan gas belum optimal disalurkan ke industri lokal maupun jaringan listrik.

Anggota DPR asal Dapil Jawa Timur VIII itu menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam ekosistem hulu migas.

“Keterlibatan warga akan menciptakan rasa memiliki, memperkuat dukungan sosial, dan meminimalisir konflik dengan kontraktor. Tidak cukup hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga harus ada program UMKM, penyediaan jasa, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal,” jelas Meitri.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah memperkuat pengawasan terhadap KKKS supaya kontribusi sektor migas tidak hanya menguntungkan pusat dan korporasi.

Meitri menutup pernyataannya dengan menekankan perlunya keberpihakan nyata bagi masyarakat Aceh dalam pengelolaan migas.

“Migas Aceh bernilai triliunan rupiah, tetapi rakyat hanya mendapat receh. Pemerintah dan BPMA harus memastikan penerimaan daerah, lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur energi berjalan seimbang. Ini kunci pemerataan ekonomi dan akses energi berkeadilan,” pungkasnya. (ZM)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Persona Kawah Candradimuka Gunung Lawu Dan Trend Ekplore Alam Para Gen Z
LPKAN Minta Polri Tindak Tegas Terduga Penista Agama di Booth Miras dalam Festival Musik The Sounds Project
Proklamasi Kemerdekaan dan Chomsky
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T
Promo Minuman Beralkohol Gratis Pakai Hafalan Al-Qur’an, BPKN RI: Promosi Miras Jangan Eksploitasi Simbol Agama
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak
Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta
GNK Sentil Panglima Agus soal Kamtibmas : Jangan Sampai Publik Anggap TNI Ambil Alih Tugas Polri

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Persona Kawah Candradimuka Gunung Lawu Dan Trend Ekplore Alam Para Gen Z

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:26 WIB

LPKAN Minta Polri Tindak Tegas Terduga Penista Agama di Booth Miras dalam Festival Musik The Sounds Project

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Proklamasi Kemerdekaan dan Chomsky

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Promo Minuman Beralkohol Gratis Pakai Hafalan Al-Qur’an, BPKN RI: Promosi Miras Jangan Eksploitasi Simbol Agama

Berita Terbaru

Kawah Candradimuka Gunung Lawu (Foto: dok.Mediakarya/Sunyoto)

Ekonomi & Bisnis

Persona Kawah Candradimuka Gunung Lawu Dan Trend Ekplore Alam Para Gen Z

Rabu, 12 Agu 2026 - 21:18 WIB

KDM saat menegur Camat Coblong Kota Bandung (Foto: ist)

Politik

Gaya Kepemimpinan KDM Berpotensi Lemahkan Peran SKPD

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:51 WIB