Hasil Survei Etos Indonesia Institute Terkait Cawalkot Bekasi, Nama Ade Puspitasari Menghilang

- Editor

Rabu, 6 Juli 2022 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Infokom ETOS Indonesia Institute, Novita Fearly.

Direktur Infokom ETOS Indonesia Institute, Novita Fearly.

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga survei ETOS Indonesia Institute pada Selasa (5/7/2022) merilis hasil survei calon Wali Kota Bekasi yang keempat kalinya.

“Survei terkait elektabilitas dan popularitas calon wali kota (Cawalkot) Bekasi oleh Etos Indonesia ini merupakan yang keempat kalinya,” kata Direktur Infokom ETOS Indonesia Institute, Novita Fearly dalam keterangannya, Selasa (5/7/2022).

Menurut Novuia, survei yang dilakukan kali ini kembali menarik. Di mana nama Tri Adhianto selaku Plt Wali Kota Bekasi masih menempati posiai puncak dengan perolehan persentase 29 %.

Sedangkan, politisi PKS Heri Koeswara menempati urutan kedua dengan persentase 17,9%. Kemudian disusul Zainul Miftah yang merupakan politisi Partai Golkar dengan persentase 16,1%.

“Yang menarik lagi nama Novel Saleh Hilabi menempati posisi keempat dengan persentase 14.4%. Dan seperti kita ketahui bersama bahwa Novel merupakan rivalitas Ade Puspitasari pada Musda Golkar tahun lalu,” ujar Novita.

Sedangkan di urutan terakhir, tokoh pemuda Kota Bekasi yang juga Ketua Bapera Jawa Barat, Raden Andreas Nandiwardhana dengan persentasenya 12,1%.

Menurut Novita, survei yang dilakukannya dinilai sangat menarik, mengingat dinamika perpolitikan di Kota Bekasi sangat dinamis.

Survei dilakukan melalui wawancara terhadap 1000 responden dengan margin eror 2,1% dan tingkat kepercayaan 95 %. Dia pun berharap survei yang dilakukannya menjadi acuan dan gambaran masyarakat Kota Bekasi khususnya.

Novita mengatakan, tingginya popularitas Tri Adhianto lantaran politisi PDIP itu saat ini menjabat Plt Wali Kota Bekasi. “Jadi sangat wajar bila dalam survei itu nama incumbent selalu diuntungkan. Karena sering turun ke lapangan sehingga masyarakat lebih mudah mengenalnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Musda, Internal Golkar Kota Bekasi Memanas, Etos Indonesia: Jangan Beri Ruang Politisi “Bar-Bar’ Tumbuh

Sementara itu, Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mengungkapkan, hilangnya nama anak Wali Kota Bekasi non aktif Rahmat Effendi yakni Ade Puspitasari dalam survei yang dilakukan oleh Etos, dinilai karena kasus korupsi yang menjerat orang tuanya itu sangat melukai masyarakat Kota Bekasi.

“Memang ada kalangan yang sedikit bernada protes atas tenggelamnya nama Ade Puspita dalam survei Etos. Tapi kami sampaikan persentase Ade terjun bebas dibawah 4 persen. Artinya ada ketidaksukaan publik Kota Bekasi atas pernyataan Ade paska ayahnya tertangkap KPK,” beber Iskandar.

Terlebih pasca penangkapan orang tuanya, Ade sangat reaktif dan menuduh KPK bertindak tidak obyektif. Hal itu yang mendasari masyarakat jadi tidak suka terhadap Ade.

Menurut dia, sangat wajar jika masyarakat saat ini mulai apatis terhadap Ade Puspita yang notabene putri dari Rahmat Effendi.

Iskandar menilai kasus Rahmat Effendi merupakan preseden buruk di tengah semangat pemerintah pusat untuk memberantas korupsi.

“Namun demikian, survei itu kan tidak permanen, kita liahat nanti di survei kami yang kelima, apakah nantinya ada pergerakkan atau pergeseran nama-nama Calwalkot diatas,” kata Iskandar. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir

Berita Terbaru

Nasional

DPR Alokasi 23 T Untuk Gaji PPPK APBN 2027

Kamis, 17 Sep 2026 - 00:40 WIB

Nasional

Prabowo Bertekad Beli Ratusan Pesawat Mitigasi Bencana Alam

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:41 WIB