Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir

- Editor

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM Trinusa, Mandor Baya saat melengkapi berkas di Gedung KPK.

Ketua LSM Trinusa, Mandor Baya saat melengkapi berkas di Gedung KPK.

JAKARTA, Mediakarya – Loyalis Ranny Maydiana Fahd Rafiq di Kota Bekasi mulai ketar ketir usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Fahd Rafiq sebagai tersangka atas kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Seperti diketahui, bahwa sebelumnya Fahd Rafiq telah menaruh orang kepercayaannya, baik dari unsur Anggota DPRD Kota Bekasi maupun sejumlah kader Golkar untuk melakukan konsolidasi kepada sejumlah Pengusus Kelurahan (PK).

Manuver itu dilakukan guna memuluskan Ranny Fahd Rafiq (istri Fahd Rafiq) dalam suksesi Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi yang dikabarkan akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

“Bagi para loyalis yang selama ini menggantungkan masa depan politik dan ekonominya dari Fahd, tentu ketar ketir. Karena ketika seniornya jadi tersangka maka dinamika politik internal Golkar Kota Bekasi langsung bergejolak,” ujar Ketua Tri Nusa Bekasi Raya Maksum Alfarizi saat diwawancarai Mediakarya di Kota Bekasi, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, begitu seorang figur kunci atau politisi senior tersandung kasus hukum, maka loyalisnya dipastikan akan kehilangan patron politik yang selama ini menjadi pelindung, penyokong dana, atau penentu kebijakan.

Pria yang akrab disapa Mandor Baya ini menilai bahwa dalam organisasi, kondisi psikologis dan taktis yang biasanya dialami para loyalis saat politisi seniornya mengalai permasalahan hukum maka ada beberapa hal yang patut dicermati.

“Antara lain, kekhawatiran terbesar para loyalis Fahd adalah jika ia mulai “bernyanyi” di hadapan penyidik. Nyanyian ini berpotensi membongkar aliran uang haram atau keterlibatan anggota kelompok lain, sehingga status hukum para loyalis ikut terancam,” ungkap Mandor Baya.

Selain itu, penangkapan Fahd Rafik dapat memicu faksi rival di internal untuk mengambil alih posisi strategis dan mendepak para loyalis dari lingkaran kekuasaan.

Kemudian, momemtum ini tentu manfaatkan oleh kubu Ade Puspitasari yang merupakan rivalitas Ranny Fahd Rafiq, di tengah persoalan hukum yang tengah dihadapi Fahd Rafiq tersebut.

Ia menilai, kasus korupsi yang menyeret nama besar sering kali menjadi ujian loyalitas paling berat di panggung politik, di antaranya di Kota Bekasi.

Baca Juga:  Sudah Tahun Ketiga Sejak Ground Breaking, Pembangunan Gedung DPD Golkar Kota Bekasi Mangkrak

Padahal, lanjut Mandor Baya, loyalis Fahd juga sebelumnya merupakan orang dekat Rahmat Effendi, namun setelah pria yang disapa Pepen itu menghadapi masalah hukum, banyak kadernya yang berkhianat kepadanya dan berbalik memusuhi anaknya (Ade Puspitasari) yang saat ini menjabat Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

Menurut dia, persoalan tersebut merupakan dinamika politik. Guna menyelamatkan karier politik, tidak jarang para loyalis mulai menarik diri, mengubah narasi dukungan, atau bahkan menyeberang ke kubu lain demi mencari perlindungan baru.

Bahkan dari politisi karbitan hingga politisi lapuk, saat Pepen mengalami permasalahan hukum, tidak sedikit di antara mereka “menjilat” terhadap lawan politik Pepen itu sendiri.

“Padahal sebelumnya mereka bersama sama dengan Pepen. Mungkin tak tahan lapar, pada akhirnya sejumlah politisi “karbitan” bahkan ada juga yang sudah “lapuk” ikut berkoalisi memusuhi Ade Puspitasari dengan berbagai dalihnya,” kata Baya.

Ironisnya, kader Partai Golkar Kota Bekasi yang sebelumnya “dipungut” Pepen dan dibesarkan menjadi figur politisi Golkar, saat ini justru mengkhianatinya.

Meski itu bagian dari dinamika, namun jika dilihat dari etika politik, langkah itu sangat tidak elok. Untuk itu Tri Nusa Bekasi Raya mendorong Ade Puspitasari mengambil tindakan tegas terhadap para politisi yang tidak loyal terhadap struktur partai.

“Bila perlu, jika ada anggota dewan yang kerap melakukan black campaign terhadap struktur DPD Golkar, kami mendorong agar Ketua DPD Golkar memberikan sanksi yang tegas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Jelang Pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, dua srikadi Golkar, yakni Ade Puspitasari dan Ranny Maydiana  Fahd Rafiq digadang gadang ikut meramaikan dalam Musda Partai Golkar Kota Bekasi.

Ade Puspitasari yang saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPD Golkar Kota Bekasi periode 2021-2026 ini merupakan putri dari mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Sedangkan Ranny Maydiana  Fahd Rafiq merupakan Anggota DPR RI dapil Kota Bekasi Depok, periode 2024-2029. Ia merupakan istri dari Fahd Rafiq tersangka kasus kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. (Ugy)

 

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal
Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara
Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Bukan Isapan Jempol, Bukti Digital Forensik Kokoh Seret Listyo Sigit Sadap Presiden Tanpa Pijakan Hukum

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:35 WIB

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal

Kamis, 5 November 2026 - 19:08 WIB

Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka

Berita Terbaru