Nasdem Minta Masyarakat Tidak Panik Soal Ibukota Pindah Ke Kalimantan

- Editor

Senin, 24 Januari 2022 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar

anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar

JAKARTA, Mediakarya -Pasca UU Ibukota Negara disahkan oleh DPR RI. Masyarakat Jakarta terus bertanya tentang masa depan kota berpenghuni 10 juta jiwa itu sepuluh tahun mendatang.
Meski sejumlah pihak masih meyakini Jakarta akan tetap menjadi pusat ekonomi.

“Kepanikan itu muncul karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Tapi sebenarnya, Jakarta tidak akan mendapatkan pengaruh dari pemindahan ibukota,” ujar anggota DPRD DKI dari Fraksi Nasdem, Hasan Basri Umar kepada Mediakarya Senin (24/1).

Politisi yang akrab disapa HBU itu mengatakan, Jakarta nantinya akan tetap menjadi pusat pemerintahan dan perbankan.

Dengan statusnya sebagai daerah khusus, pajak kendaraan, hotel, pariwisata, hiburan dan fungsi yang sudah berjalan selama ini akan tetap berjalan seperti biasa.

“Kalau ditanyakan, berpengaruh?. Jelas ada pengaruhnya. Hanya saja hal itu tidak besar. Karena pusat pemerintahan akan tetap berada di Jakarta,” katanya.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Tunggu UU IKN soal Akses Tol

Karena itu, diharapkan adanya kepastian pemindahan ibukota tidak membuat masyarakat panik.

“Yang utama otonomi daerah tetap berjalan. Jadi tidak perlu ada kepanikan, masyarakat harus tetap menjalankan roda ekonomi sepeti biasanya,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Jakarta akan tetap menjadi daerah khusus, meski tidak lagi menjadi ibu kota negara setelah UU Ibu Kota Negara (IKN) disahkan DPR.

Katanya, Jakarta akan ditransformasikan menjadi pusat berbagai kegiatan, termasuk ekonomi dan pendidikan.

Politisi Gerindra itu mengakui, meski Jakarta tak lagi menjadi Ibu Kota Negara, pihaknya berharap Jakarta dapat dijadikan daerah khusus yang menjadi pusat berbagai kegiatan penting.

“Kita berharap Jakarta bisa menjadi pusat perekonomian, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat kesehatan, dan mungkin pusat-pusat yang lain, termasuk pusat seni budaya,” katanya. (Ian)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK
Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK

Berita Terbaru