Panwascam Tanah Jambo Ayee Diduga Sengaja Singkirkan Calon PPG Gampong Buket Padang

- Editor

Senin, 13 Februari 2023 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA, Medikarya – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan Tanaah Jambo Aye, Aceh Utara diduga sengaja tidak meloloskan calon panitia pengawas gampong (PPG) Buket Padang dalam proses seleksi Pengawas Pemilu Gampong untuk pemilu tahun 2024 mendatang dengan dalih sudah sesuai juknis.

Padahal, calon PPG dari Gampong Buket Padang diketahui sebagai calon tunggal namun tidak diloloskan menjadi PPG setempat dengan alasan tidak menyerahkan surat pengunduran diri dari Tuha Peut Gampong sebelum adanya pengumuman kelulusan, panitia beralasan sudah menjadi sebuah keharusan sesuai petunjuk teknis (Juknis),

Namun di sisi lain, sesuai yang diamanahkan dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, poin pemilihan salah satu jabatan sudah menjadi ketetapan baku, pemilihan salah satu jabatan ketika Kelulusan Sebagai penyelenggara sudah ditetapkan, anehnya kedua acuan yang kontradiktif (bertentangan_red) ini digunakan oleh Panwascam Tanah Jambo Aye.

Dengan memanfaatkan Juknis yang dianggap kontradiktif itu, diduga panitia secara sengaja menjegal atau tidak meloloskan calon tersebut dengan dalih rangkap jabatan sebagai anggota Tuha Peut Gampong (TPG), dan mengirimkan pengganti yang disinyalir merupakan kerabat salah satu anggota Panwascam Tanah Jambo Aye.

“Gampong lain kemungkinan juga banyak rangkap jabatan sebagai aparatur, saat diumumkan sebagai PPG, boleh dicek,” ujar Azhar selaku calon PPG dari Buket Padang yang tereliminasi saat proses ujian wawancara beberapa waktu lalu,

Padahal secara aturan jelas, lanjut Azhar, peserta diperbolehkan memilih salah satu jabatan, ketika telah dinyatakan lulus.

“Saat kita tanya aturan mana yang digunakan, mereka enggan menjawabnya, inikan tidak adil namanya,” tutur calon PPG yang beberapa kali berpengalaman sebagai pengawas pemilu ditingkat Gampong tersebut.

Bahkan Bawaslu Kabupaten Aceh Utara, baru tanggal 9/2 kemaren mengeluarkan pengumuman seruan permintaan surat pengunduran diri untuk memilih salah satu pekerjaan, bahkan waktu sampai tanggal 16/2.

“Inikan aneh, apa yang dilakukan panwascam Tanah Jambo Aye, sudah melangkahi atasannya Banwaslu Aceh Utara, atau emang tidak bisa memahami aturan,” ketus Azhar

Baca Juga:  Pingun Nyasar Debat Pilpres 2024 Ternyata Generasi Pemenang TPN Ganjar Mahfud

Sebagian masyarakat merasa keberatan atas sikap yang dilakukan Panwascam Tanah Jambo Aye, kami menganggap ini adalah sebuah penghinaan atas Gampong kami, seolah-olah disini (Buket Padang-red) tidak ada yang berkompeten,

“Bukan berarti karena saya tidak lewat, seharusnya utamakan penduduk setempat, mengenai ada sedikit pekerjaan rutinitas saya di kota Lhoksukon, itu jangan menjadikan alasan, tentunya akan saya kondisikan karena tidak terikat, adapun jika seandainya pun saya lolos sebagai PPG, saya juga akan membuat surat pernyataan pengunduran diri, untuk memenuhi syarat yang berlaku,”tegas Azhar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Iskandar yang didampingi Anggota, Herizal dan anggota sekretariat yang dijumpai diruang kerjanya, Sempat terjadi ketegangan dan memberikan keterangan yang berbelit kepada pewarta.

Terkait tidak lolosnya Calon PPG dari Gampong Buket Padang, dari hasil konfirmasi yang dapat pewarta simpulkan dari keterangan Pihak Panwascam Tanah Jambo Aye, dari sisi hasil seleksi ujian wawancara, Panwascam berdalih sebagai calon PPG yang berpengalaman beberapa kali, seharusnya mempunyai kapasitas yang memadai dan selain itu yang bersangkutan juga mempunyai pekerjaan lain diluar, dikhawatirkan mempengaruhi kinerja saat bekerja sebagai PPG,

“Sebagai calon PPG yang berpengalaman, Kami menilai calon PPG tersebut seharusnya punya kapasitas yang cukup baik, tetapi ini tidak, atas satu dan lain hal, kami memutuskan tidak meloloskannya, karena tidak ada peserta pembanding dan terjadilah kekosongan PPG di Buket Padang, maka kami mencari celah lain, dengan istilah Talent hunt (pencarian Bakat-red), dimana calonnya diambil dari Gampong lain yang mempunyai pendaftar lebih dari dua kali kebutuhan,” ujarnya

Sementara terkait regulasi, Panwascam Tanah Jambo Aye mengaku menggunakan dua buah aturan, “Kami mengunakan dua macam, UUD no 17 dan Juknis yang berlaku,” tegas Iskandar.

Disinggung mengenai calon-calon PPG dari kampung lain yang terkait rangkap jabatan, Iskandar mengklaim semua PPG di sudah mengundurkan diri sebelum mendaftar dan sudah steril dari rangkap jabatan.

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar
Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:20 WIB

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIB

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 07:13 WIB

Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara

Senin, 2 November 2026 - 19:11 WIB

Wakapolres Nias Selatan Beri Pesan Tegas ke Pelajar: Setop Perundungan Sejak Dini!

Berita Terbaru