PDI Perjuangan Sulit Bicarakan Capres-Cawapres

- Penulis

Senin, 27 Desember 2021 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Arif Wibowo menegaskan persoalan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) paling sulit dibicarakan di tingkatan partai. Hal yang sama berlaku pula di PDI Perjuangan.

“Paling sulit dibicarakan di partai kami, soal capres dan cawapres,” ungkap Arif saat menanggapi hasil survei Politika Research & Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI), Senin (27/12). Anggota Komisi II DPR itu mengatakan sesuai dengan keputusan kongres terakhir PDI Perjuangan, penentuan capres dan cawapres merupakan keputusan strategis yang tidak dapat dilakukan terburu-buru.

“Sekitar 27 hasil survei terakhir, telah kami kumpulkan untuk menjadi pertimbangan politik partai,” ujar Arif.

Ia mengapresiasi hasil survei di mana potensi elektabilitas PDI Perjuangan masih teratas. Selain itu, banyak kader PDI Perjuangan yang dinilai layak menjadi capres pada Pemilu 2024.

“Kami yakin, siapa pun pasangan yang diusung, selama bersama rakyat, itu akan memberikan daya dukung yang kuat pula pada calon yang diusung,” kata Arif menegaskan, dikutip dari republika.

Politika Research dan Consulting bersama Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei nasional bertajuk meneropong poros koalisi partai politik.Survei dilakukan pada rentang waktu 12 November-4 Desember 2021 dengan metode multi stage random sampling. Sebanyak 1.600 responden diwawancara dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Baca Juga:  PDIP Tetap Dukung KPU RI Lanjutkan Proses Pemilu 2024

Para responden diwawancara dengan tatap muka dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error sebesar 2,5 persen. Dalam survei itu, terdapat 32 nama yang muncul sebagai calon presiden.

Beberapa kader PDI Perjuangan di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan peringkat elektabilitas tertinggi 23,1 persen. Selanjutnya nama Menteri Sosial RI Tri Rismaharini sebesar 1,5 persen dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebesar 1,1 persen.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?
Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding
Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai
PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal
Anggota Komisi III DPR RI: Reformasi Penegakan Hukum Suatu Keniscayaan
Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 
Jakarta Darurat Sampah, Mbak Yuke Berharap Partisipasi Seluruh Pihak Sukseskan Program Pemilahan Sampah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:16 WIB

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:54 WIB

Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pompanisasi Mandek, ETOS: Siapa di Belakang Kepala Dinas SDA Pemprov DKI?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:18 WIB

Membahas Dualisme dan Atlet Dilarang Bertanding

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kedewasaan Berpolitik, Pemimpin Yaman Bersatu Lewat Jalan Damai

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:05 WIB

PGR Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Ekonomi & Bisnis

Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:43 WIB

Koperasi Desa Merah Putih  (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:16 WIB