Pelaku Dituding Pengecut, Uchok Sky Khadafi Dikirimi Bangkai Ayam

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiriman paket berisi bangkai ayam yang diletakkan tepat di depan kediaman Uchok Sky Khadafi di Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/1/2026).

Kiriman paket berisi bangkai ayam yang diletakkan tepat di depan kediaman Uchok Sky Khadafi di Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/1/2026).

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, diteror orang tak dikenal. Ia menerima kiriman paket berisi bangkai ayam yang diletakkan tepat di depan kediamannya di Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/1/2026).

Tak hanya berisi bangkai ayam, paket tersebut juga disertai secarik kertas bernada ancaman. Dalam tulisan itu tertulis, “Uchok hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat.”

Uchok mengungkapkan, paket teror itu diterimanya sesaat setelah waktu Magrib. Ia menduga teror tersebut berkaitan erat dengan aktivitasnya selama ini yang kerap mengkritisi dugaan korupsi anggaran di berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, hingga BUMD.

Baca Juga:  Ratusan APK Dirusak Orang Tak Dikenal, Ajang Kontestasi Pilkada Kota Bekasi Dinilai Sudah Tak Sehat

“Paket ini saya terima habis Magrib. Isinya bangkai ayam dan ada pesan ancaman yang jelas-jelas ditujukan kepada saya dan keluarga,” ujar Uchok kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Menurut Uchok, pelaku teror merupakan pengecut. Sebeb teror semacam ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil yang selama ini konsisten mengawasi penggunaan uang negara.

“Saya melihat ini sebagai upaya menakut-nakuti agar saya berhenti mengungkap dugaan korupsi. Tapi saya tegaskan, teror tidak akan menghentikan perjuangan saya dalam mengawal anggaran publik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Kuasa Hukum BBM Desak Penyidik Segera Tetapkan Tersangka dalam Perkara Berca Schindler Lifts
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
KPK Ungap Dugaan Aliran Dana ke Menteri ATR/BPN, Posisi Nusron di Ujung Tanduk
IPW Desak Bareskrim Polri Usut Pelaku Pembubaran Jemaat GKPI di Tangerang

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 11:45 WIB

Kuasa Hukum BBM Desak Penyidik Segera Tetapkan Tersangka dalam Perkara Berca Schindler Lifts

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB