JAKARTA, Mediakarya – Kahadiran Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam acara buka puasa bersama (bukber) dengan sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan di Kantor DPP NasDem membuka peluang bahwa orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu bakal mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres mendatang.
Ketua Fraksi Golkar DPR RI, M. Idris Laena menegaskan, bahwa politik selalu dinamis, menurut dia, adanya kemungkinan Partai Golkar bergabung dengan Tim Koalisi Perubahan yang mengusung Capres Anies Baswedan bisa saja terjadi.
Kendati hasil rapat pimpinan nasional dan musyawarah nasional berupaya memperjuangkan kader internal Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden 2024 mendatang, namun dalam perkembangannya dalam pokitik itu selalu cair.
“Munculnya calon calon presiden lain, itu bagian dari demokrasi. Kita liat perkembangannya nanti, insya Allah. Tentunya karena situasi politik sekarang kan masih cair ya,” ungkap Idris Laena yang juga Ketum DPP Satuan Karya (Satkar) Ulama, usai menggelar Harlah Satkar Ulama ke 53 di Bekasi, Minggu (2/4/2023) kemarin.
Idris menegaskan, kekuatan Satkar Ulama yang sudah memiliki 21 perwakilan di provinsi, diharapkan menjadi pilar kekuatan Partai Golkar meraih dukungan suara memenangkan Airlangga Hartarto sebagai Capres mauoun Cawapres 2024 mendatang.
Seperti diketahui, sebelumnya, sinyal akan bergabungnya Partai Golkar ke Koalisi Perubahan terlihat saat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, AHY, calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan, perwakilan PPP yaitu Waketum PPP Rusli Effendi, Kader Senior Partai Golkar Jusuf Kalla dan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi menggelar bukber di NasDem Tower pada Minggu (26/3/2023).
Sinyal itu diperkuat dengan kehadiran politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla memberikan arahan kepada Airlangga agar partainya bergabung ke Koalisi Perubahan. ***






