Peringati Hari Guru Nasional, LBH Bulan Bintang Tampung Aspirasi Guru Bantu DKI Jakarta

- Editor

Kamis, 25 November 2021 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bulan Bintang didatangi puluhan guru bantu seluruh DKI Jakarta tepat di Hari Guru Nasional. Pahlawan tanpa tanda jasa itu meminta bantuan hukum, soal masalah klasik, nasib gaji guru bantu di Ibu Kota.

“Kami pastikan siap membantu, saat ini berkasnya sudah diterima dan segera melakukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Direktur LBH Bulan Bintang, Firmansyah, di Kantor LBH Bulan Bintang, di daerah Pancoran Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Firmansyah menerangkan, soal guru bantu di Jakarta masih menjadi permasalahan. Mereka yang datang ke kantor sayap hukum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menceritakan mendapatkan penghasilan yang tidak layak.

Penghasilan bulanan itu dibayar sukarela dari sekolah masing-masing tempat guru bantu bekerja. Rata-rata, mereka diupah kisaran 300-500 Ribu Rupiah, perbulan. Tadinya, guru bantu ini mendapatkan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta sejak 2016 namun distop di tahun 2017.

Baca Juga:  Sjam Kamaruzaman: Sosok Misterius di Balik Peristiwa G30S 1965

“Bahkan sempat dimasukkan datanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), namun dibatalkan,” ungkapnya.

Mendapatkan keluhan dari para pahlawan tanpa tanda jasa, Firmansyah menjamin pihaknya berkomitmen memperjuangkan hak-hak guru. Komitmen ini, sebagaimana amanat Ketua Umum (Ketum) PBB Yusril Ihza Mahendra.

“Saya mewakili Prof. Yusril Ihza Mahendra untuk menerima guru bantu ini. Tentu kami coba pelajari masalahnya dan memperjuangkan hak guru bantu ini memilliki kepastian status serta pendapatan sebagai tenaga pengajar,” tutupnya.

Untuk diketahui, sekitar 100 orang guru bantu se-DKI Jakarta mendatangi kantor LBH Bulan Bintang. Mereka berasal dari berbagai sekolah. Mulai tingkat TK-SD-SMP-SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Rata-rata, mereka mengeluhkan soal status dan sistim pengupahan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan
Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:22 WIB

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:13 WIB

Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Berita Terbaru