Petani Kuatir Maraknya Penjarahan TBS Sawit Turunkan Pendapatan

- Penulis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kalangan petani sawit di Seruyan dan Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah menyatakan resah terhadap maraknya pencurian buah sawit atau tandan buah segar (TBS) dan dikuatirkan berdampak pada penurunan pendapatan mereka.

Petani sawit asal Kotim JMT Pandiangan menuturkan TBS sawit yang dicuri mencapai 6 ton tiap bulannya dari jumlah tersebut nilai kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta yang harus ditanggung petani.

“Kebun saya di Desa Palantaran, Kecamatan Cempaga Hulu hampir tiap bulan mengalami pencurian buah, bahkan terindikasi penjarahan karena melibatkan banyak orang,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Persoalan ini, lanjutnya, sebenarnya sudah terjadi semenjak 3 tahun lalu dan menjelang akhir tahun makin marak, tidak hanya kebun perusahaan yang dijarah tetapi juga kebun petani.

Akibat dari penjarahan tersebut, tambahnya, pendapatan petani ikut tergerus bahkan mengancam keberlanjutan produksi TBS sawit, apalagi mereka juga merusak pohon, karena yang diambil itu buah belum matang, kerugiannya jauh lebih besar.

“Kami minta aparat tegas, petani sudah resah dan pendapatan mereka jelas semakin berkurang. Kalau ini dibiarkan, kasihan nasib petani masyarakat yang mengelola kebun,” ujar Pandiangan.

Menurut Ketua DPD LSM LIRA Seruyan Afner Juliwarno gerombolan pencuri sawit saat ini mulai seperti wabah, karena sudah dilakukan ratusan bahkan ribuan orang.

Baca Juga:  Bawaslu Boyolali Temukan Dugaan Pelanggaran Netralitas PPK dan PPS

“Yang mencuri itu ribuan orang. Jadi mencurinya itu siang hari. Pencurian massal ini. Sekarang banyak juga kebun masyarakat yang dicuri. Mereka babat juga kebun masyarakat kalau kebun perusahaan diperketat,” ujarnya.

Menurutnya, para pencuri tersebut rata-rata bukan masyarakat di sekitar kebun sawit namun, dari wilayah luar kecamatan bahkan di luar Kabupaten Seruyan.

“Yang menjadi miris lagi motif gerombolan pencuri sawit tersebut bukan karena desakan ekonomi, melainkan untuk konsumsi narkoba,” katanya saat dihubungi, dilansir dari antara.

Dikatakannya, jika kondisi itu terus berlangsung maka dikuatirkan akan mengancam sawit-sawit petani mandiri dan masyarakat sekitar perkebunan sawit.

Oleh karena itu Afner berharap kepada aparat hukum agar tidak hanya menangkap para pencuri sawit, tapi juga menangkap penadah-penadahnya, sebab mereka yang menampung TBS-TBS hasil curian. Selain itu juga menindak para pengedar narkoba yang ada di Seruyan.

“Kami meminta ke pihak kepolisian untuk menindak para pengepul buah hasil curian, jangan hanya pencurinya juga termasuk pengedar narkoba. Mereka biang keroknya,” katanya. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem
Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:40 WIB

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:29 WIB

Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB