Polemik Ba’alawi Dipicu Oleh Ulah Oknum Habib

- Penulis

Rabu, 11 September 2024 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Ba'alawi di masa pemerintahan kolonial (Ist)

Kelompok Ba'alawi di masa pemerintahan kolonial (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Panasnya polemik nasab Ba’alawi dinilai tidak lepas dari perilaku oknum Alawiyyin yang mendapat stigma negatif di masyarakat.

Terlebih, ramai di media sosial penceramah yang diduga habaib ‘memamerkan’ karamahnya atau para pendahulunya yang di luar nalar.

Ketua RMI NU Jakarta KH Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan, karamah adalah aurat yang tidak sepatutnya untuk diumumkan kepada khalayak.

“Karamah itu aurat. Jadi ngapain dipertontonkan. Yang mendengarkan tidak semua orang. Kalau disampaikan maksudnya apa. Melemahkan semangat orang bekerja dan tidak produktif karena karamah itu di luar nalar tidak bisa di copy paste,”ujar Kiai Kiki seperti dikutip dari Republika, Rabu (11/9/2024).

Lebih lanjut, Kiai Kiki meminta bagi para Alawiyyin untuk berkaca kepada para pendahulu mereka. Dia mengungkapkan, kontribusi para ulama Ba’alawi dahulu amat besar khususnya pada bidang keilmuan.

Dia mencontohkan, Habib Utsman bin Yahya yang mengarang 114 kitab selama hidupnya. “Sekarnag enggak banyak lagi karena mereka mengalami defisit intelektual. Mereka mengandalkan kisah-kisah nenek moyangnya,”ujar Kiai Kiki.

Di samping itu, Kiai Kiki mengungkapkan, sebaiknya polemik seputar nasab Ba’alawi dihentikan. Dia menjelaskan, untuk merekatkan kembali ukhuwah, maka yang dikedepankan sebaiknya adalah masalah sanad.

Baca Juga:  Kemenkumham: Pergantian Kakanwil DIY tidak Terkait Kasus Lapas

Dia menjelaskan, sanad merupakan geneologi intelektual yang juga bersambung sampai kepada Nabi SAW, bukan geneologi biologis.

Menurut dia, para habaib atau lebih khusus Ba’alawi pun kerap berguru kepada para ulama yang bukan habaib. Sanad keilmuan mereka sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

“Mereka punya catatan emas yang sampai pada Nabi Muhammad. Kalau kita ingin menyejukkan maka arahkan kesana,”jelas dia.

Kiai Kiki menjelaskan, berdasarkan informasi yang dia terima dari seseorang yang bekerja di Perpustakaan Al-Azhar, Kairo, Mesir, maka terdapat dokumen silsilah sanad Ahlisunah Waljamaah yang bersambung kepada Nabi SAW.

Menurut dia, Syekh Mukhtar Atharid atau Tuan Mukhtar Bogor yang pernah belajar kepada Habib Utsman bin Yahya yang seorang habaib.

“Habib Ali murid dari Habib Utsman bin Yahya. Sanad keilmuan itu semuanya menjadi tidak terpisahkan antara habaib dan non habaib. Yang dijunjung adalah ilmu dan ketinggian akhlak,”jelas dia.

“Kami Sangat Prihatin” Respons Ikhwanudin Mantan Ketua GP Ansor Jateng Soal Caretaker

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Dorong Daerah Perkuat Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Berita Terbaru