Prof. Syamsir Sebut Regulasi Fleksibel Penting untuk Percepat Transisi Energi

- Editor

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar ITPLN Prof. Syamsir Abduh menilai regulasi yang fleksibel dan adaptif menjadi faktor penting dalam mempercepat transisi energi.

Guru Besar ITPLN Prof. Syamsir Abduh menilai regulasi yang fleksibel dan adaptif menjadi faktor penting dalam mempercepat transisi energi.

JAKARTA, Mediakarya — Syamsir Abduh menilai regulasi yang fleksibel dan adaptif menjadi faktor penting dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi energi baru terbarukan bergerak jauh lebih cepat dibandingkan proses pembentukan kebijakan sehingga pemerintah perlu menyesuaikan pendekatan regulasi dengan dinamika pasar energi modern.

Guru Besar Institut Teknologi PLN itu mengatakan masa depan energi tidak lagi berbicara soal pertentangan antara mekanisme pasar dan regulasi pemerintah, melainkan bagaimana keduanya dapat berjalan seimbang untuk mendukung transformasi energi nasional.

“Transisi energi di masa depan bukan lagi soal pasar versus regulasi, tetapi bagaimana regulasi adaptif dibentuk mengikuti dinamika pasar energi yang berkembang sangat cepat,” ujar Syamsir dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, sektor energi bersih akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi dan dorongan global menuju target net zero emission. Karena itu, kebijakan yang terlalu kaku dikhawatirkan dapat memperlambat inovasi teknologi maupun investasi hijau.

Baca Juga:  ITPLN Resmi Miliki Guru Besar Pertama, Tegaskan Peran Strategis dalam Transisi Energi

Syamsir menilai Indonesia perlu menerapkan tata kelola energi berbasis model hibrid. Dalam skema tersebut, pasar berfungsi mendorong inovasi dan efisiensi, sementara pemerintah memastikan stabilitas sistem energi, pemerataan akses, dan pencapaian target dekarbonisasi.

Ia menjelaskan negara-negara yang berhasil menjalankan transisi energi umumnya mampu menjaga keseimbangan antara fleksibilitas pasar dan kepastian regulasi. Menurutnya, keseimbangan tersebut penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus melindungi kepentingan publik.

Selain regulasi, Syamsir menyebut keberhasilan transisi energi juga dipengaruhi faktor keterjangkauan harga energi, ketahanan jaringan listrik, dan keberlanjutan lingkungan. Seluruh aspek tersebut dinilai harus berjalan beriringan agar transformasi energi tidak menimbulkan tekanan ekonomi maupun sosial.

Ia berharap Indonesia dapat mempercepat penyusunan regulasi energi yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri energi masa depan.

“Dengan regulasi yang adaptif, Indonesia memiliki peluang besar mempercepat transisi menuju sistem energi bersih yang berkelanjutan sekaligus menarik investasi hijau dalam skala besar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Diduga Miliki KTP Ganda, Oknum Camat Di Jakarta Timur Di Polisikan
DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Terobosan Baru! FIA UI–BEI Bangun Ekosistem Investasi di Kampus
Dari Kampus ke Tapal Batas: Rachma Fitriati Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai Nominator DPD RI Award 2026, Senator Hasby Yusuf Apresiasi
Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan
Angkatan XII Dibuka, Aero Astra Akademia Perkuat Pendidikan Vokasi Siap Kerja
Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang
Maraknya Hoaks dan Kebocoran Data, Dosen UNJ Kembangkan E-Modul “Etika Informasi” Untuk Perkuat Literasi Digital  

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Diduga Miliki KTP Ganda, Oknum Camat Di Jakarta Timur Di Polisikan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Minggu, 20 September 2026 - 09:33 WIB

Terobosan Baru! FIA UI–BEI Bangun Ekosistem Investasi di Kampus

Sabtu, 12 September 2026 - 15:50 WIB

Dari Kampus ke Tapal Batas: Rachma Fitriati Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai Nominator DPD RI Award 2026, Senator Hasby Yusuf Apresiasi

Kamis, 10 September 2026 - 16:52 WIB

Lima Wartawan Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Forum Pimred Harap Pencarian Terus Dilakukan

Berita Terbaru