Proyek Drainase Dikerjakan Tak Sesuai Prosedur, LPKAN Soroti Kinerja DBMSDA Kota Bekasi

- Editor

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air masih menggenang dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan penyedotan terlebih dahulu.

Air masih menggenang dibiarkan begitu saja tanpa dilakukan penyedotan terlebih dahulu.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Lembaga pengawas kinerja aparatur negara (LPKAN) menilai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi abai dalam mengawasi sejumlah proyek pengerjaan fisik yang bersumber dari APBD.

Pernyataan itu diungkapkan Sekjen LPKAN Abdul Rasyid, menanggapi ditemukannya proyek pengerjaan drainase di Jl. Kayuringin Jaya, RT 003/012 Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, yang diduga dikerjakan secara asal asalan.

Di mana saat pemasangan buis beton drainase air masih menggenang. Kemudian hasil akhir pengerjaan tersebut posisi drainase lebih tinggi daripada jalan.

Menurut dia, kasus pengerjaan drainase di Kayuriningin merupakan satu dari ratusan proyek penunjukan langsung (PL) yang dikerjakan tidak sesuai prosedur.

Dalam temuannya, dia juga menyoroti tidak adanya papan kegiatan, tidak diketahui pagu anggaran dalam proyek tersebut, kualitas rendah, dan aset warga yang rusak. Hal itu menandakan bahwa lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak DBMSDA Kota Bekasi.

“Publik tentu bertanya siapa pihak yang bertanggungjawab dalam proyek tersebut. Sebab papan proyek pun tidak ada. Sementara para pekerja hanya sebatas menjalankan arahan mandor. Jika persoalan ini dibiarkan jangan harap kuaitas pembangunan di Kota Bekasi akan bertahan lama,” ujar Rasyid kepada Mediakarya, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga:  Jelang Pilkada Kota Bekasi, LPKAN: Beda Pilihan Tak Harus Hujat Cakada Lain
Posisi jalan lebih rendah daripada  drainase.

Pihaknya juga mempertanyakan fungsi pengawasan DPRD Kota Bekasi. Sebab, ketiadaan tahapan dasar atau ketidakakuratan informasi pada proyek menunjukkan pengawasan tidak berjalan efektif.

“Apa jangan-jangan proyek tersebut merupakan jatah aspirasi dewan sehingga mereka tutup mata meski ditemukan adanya penyimpangan,” tutur Rasyid.

Untuk itu, LPKAN mendesak pemerintah daerah dalam hal ini DBMSDA untuk lebih ketat mengawasi proyek dan aset.

Selain itu, pihak DBMSDA untuk mendorong pelaksana untuk memasang papan kegiatan dan pemerintah memastikan standar pekerjaan terpenuhi.

“Kami juga meminta audit dan investigasi jika ada dugaan penyelewengan dana atau pelanggaran prosedur,” tegasnya.

Secara umum, lanjut Rasyid, keluhan ini menyoroti perlunya peningkatan pengawasan internal dan eksternal pada Dinas Bina Marga untuk memastikan kualitas pekerjaan, transparansi, dan perlindungan aset infrastruktur. (Supriyadi)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:04 WIB

Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik

Rabu, 23 September 2026 - 19:22 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB