Jelang Pilkada Kota Bekasi, LPKAN: Beda Pilihan Tak Harus Hujat Cakada Lain

- Editor

Sabtu, 14 September 2024 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Jelang Pilkada Kota Bekasi, konstelasi politik di daerah penyangga Jakarta ini mulai memanas. Narasi beraroma black campaign mulai dimainkan oleh kelompok pendukung maupun simpatisan pasangan calon kepala daerah (cakada).

Seperti baru-baru ini salah satu anggota keluarga besar PDI Perjuangan Timur Malaka Kiemas yang juga keponakan suami Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas menyatakan dukungannya kepada pasangan Heri Koswara-Solihin.

Meski saat ini PDIP sendiri mengusung Tri Adhianto-Harrus Bobihoe, namun politisi PDIP itu lebih mendukung Herkos-Solihin.

Bergabungnya Timur Malaka Kiemas dalam barisan Herkos itu mendapat respon sinis dari pasangan cakada lainnya.

Bahkan kelompok yang diduga pendukung salah satu cakada itu menyebut bahwa PKS ibarat ‘menjilat ludah sendiri’ lantaran menerima dukungan dari mantan koruptor.

Sekjen Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Abdul Rasyid
menyebut, pernyataan yang diduga mengarah pada black campaign itu justru menurutnya ibarat pepatah “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri’.

Sementara cakada yang diusung oleh salah satu partai itu sendiri tengah dilaporkan ke KPK.

“Bukankah ada cakada tengah dilaporkan ke KPK dan Kejaksaan. Kita tunggu waktunya saja untuk status hukum berikutnya. Artinya, sebenarnya ada masalah hukum yang tengah menjerat salah satu cakada di Kota Bekasi itu Namun para pendukungnya seolah tutup mata dengan persoalan ini,” ujar Rasyid kepada Mediakarya, Sabtu (14/9/2024).

Baca Juga:  Relawan Rumah Jokowi Deklarasi Dukungan Untuk Ganjar Pranowo

Oleh karenanya, Rasyid berharap agar kontestan pilkada maupun para pendukungnya untuk mengedepankan etika politik yang santun tanpa menjatuhkan cakada lain maupun para pendukungnya.

“Berbeda pilihan bukan bererti membuka ruang untuk saling bermusuhan. Kami menilai dukungan politisi tertentu terhadap pasangan yang diusung oleh partai non kader itu harus dimaknai dengan sikap bijak,” katanya.

Bisa jadi di internal PDIP itu tidak solid. Sebab kader yang berasal dari keluarga biologi dan ideologi saja justru mendukung pasangan cakada dari partai lain. Ini menunjukkan bahwa ada masalah serius yang perlu jadi bahan evaluasi bagi pasangan cakada tersebut. Bukan malah mencari celah dan kesalahan orang lain.

“Saya tak sepakat jika ada di salah satu kader partai yang mendukung cakada dari partai lain, lantas ia dihujat dan dicari-cari kesalahan masa lalunya,” tegas Rasyid.

Lebih lanjut, pilkada sebagai ajang kontestasi politik untuk beradu gagasan dan program pembangunan. Bukan ajang menghujat cakada dan pendukung partai lainnya. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
Loyalis “Karbitan” Hingga Politisi “Lapuk” Pendukung Ranny Fahd Rafiq Mulai Ketar Ketir
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB