PT AMKA Kembali Tandatangani Proyek Pembangunan Kawasan Pelabuhan

- Penulis

Senin, 31 Oktober 2022 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKA, Mediakarya – Badan Usaha Milik Nagara (BUMN) PT Amarta Karya (AMKA) menandatangani paket proyek pekerjaan infrastruktur di kawasan industri Sadai atau Sadai Integrated Industrial and Port Estate Project (SIIPE), Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/10/2022).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Senior Vice President Divisi Infrastruktur Firman Sri Sugiharto dan turut didampingi oleh Senior Vice President Asisten Direktur Operasional Marketing yaitu Runsa Rinaldi. Pembangunan proyek prioritas strategis nasional tahap II 2022 itu dikebut setelah pekan lalu dikunjungi Presiden Indonesia Bpk. Joko Widodo.

Direktur Utama PT AMKA Nikolas Agung menyampaikan, pengembangan Industri Sadai merupakan bagian dari akselerasi perekonomian nasional. Infrastruktur penunjang perekonomian rakyat di wilayah tersebut belum digunakan secara maksimal. Yaitu sebagai pelabuhan yang seharusnya memiliki standar untuk melakukan ekspor dan kebutuhan air bersih untuk masyarakat.

“Kami Amarta Karya akan berkontribusi terhadap pembangunan Paket Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Water Treatment Plant (WTP) dan pekerjaan dermaga Pelabuhan. Kami bersyukur dan berkomitmen akan best effort dan best practice untuk membangun infrastruktur yang layak di Kawasan Industri Sadai supaya dapat meningkatkan perekonimal masyarakat Bangka,” kata Nikolas kepada wartawan, baru-baru ini..

Baca Juga:  Pengadaan Jembatan Gantung Pejalan Kaki, PT AMKA Kembali Dipercaya Kementerian PUPR

Diketahui bahwa lahan seluas 400 hektar di Kawasan Industri Sadai diharapkan selesai pada tahun 2024, dapat mewujudkan Sadai Integrated Industrial and Port Estate (SIIPE). Saat ini baru satu industri yang beroperasi di kawasan tersebut yakni Pabrik Pengolahan Limbah Rumah Sakit.

Padahal, kata Nikolas, kawasan Industri Sadai tersebut kaya akan sumber daya alam yang dapat dikelola dengan baik, selain komoditas utama seperti timah dan sawit, kawasan itu juga memiliki potensi industri perikanan, makanan olahan, komunikasi, hiburan, karet dan pengelolaan air bersih. “Sehingga nantinya jika semua infrastruktur sudah dapat beroperasi akan menyerap banyak tenaga kerja hingga mencapai ribuan orang,” jelas Nikolas.

Melalui pembangunan Kawasan Industri Sadai ini diharapkan dapat meningkatkan Pembangunan Ekonomi Nasional. “Semoga proses pengerjaan pembangunan  ini dapat berjalan dengan lancar dan rampung sesuai target,” harap Nikolas.***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Sejumlah Lapas Alami Over Kapasitas, LPKAN Ungkap 3 Ancaman Berbahaya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar

Berita Terbaru