Publik Tertipu, Dipanggil Gus Ternyata Miftah Maulana Bukan Keturunan Ulama

- Penulis

Jumat, 13 Desember 2024 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Nama Miftah Maulana alias Ta’im belakangan ini menjadi perbincangan publik lantaran pernyataannya yang dinilai tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang da’i.

Di mana sebelumnya di sebuah acara keagamaan, Miftah mengolok- olok pedagang es, dan mengatakan “goblok”. Publik pun dibuat geram atas pernyataan itu, akibatnya asal-usul Miftah Maulana atau yang akrab disapa Gus Miftah belakangan ramai dikuliti.

Ia rupanya bukan dari keturunan seorang ahli agama atau ulama besar sehingga penyematan nama ‘gus’ menjadi pertanyaan.

Padahal sebelumnya, Miftah sempat mengatakan bahwa dirinya merupakan keturunan Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia.

Namun, pihak Kiai Ageng Hasan Besari menegaskan bahwa Miftah Maulana tidak memiliki hubungan keturunan dengan pendiri Pesantren Tegalsari.

“Setelah saya cek, tidak ada nama Miftah Maulana Habiburrahman dalam daftar nasab Kiai Ageng Muhammad Besari,” jelas Raden Kunto Pramono, keturunan kedelapan Kiai Ageng Besari.

Selain soal penyematan nama ‘gus’, Miftah disorot setelah ia membongkar sendiri asal-usul pemanggilan ustaz dan kiai padanya.

Hal itu dituturkan Miftah ketika menghadiri undangan sebagai narasumber di acara ‘Kick Andy’ yang dibawakan Andy F Noya.

Miftah mulanya mengungkapkan bahwa pendakwah bukanlah pekerjaan untuknya.

“Kita nggak punya pekerjaan karena bagi saya, dakwah itu bukan profesi. Tapi karena saya punya pesantren, orang manggil saya ustaz. Orang manggil saya kiai,” kata pria yang kini mundur dari Utusan Khusus Presiden.

Andy F Noya memotong pernyataan yang lebih menarik.

“Tunggu, dakwah itu bukan pekerjaan,” potong Andy F Noya.

Baca Juga:  Anggota Komisi IX DPR Terus Suarakan Vaksin Halal

“Saya mengatakan dakwah itu bukan sebuah profesi. Tapi apapun profesinya harus berdakwah,” jawab Gus Miftah.

Ia meragukan sebutan kiai yang disematkan untuk Gus Miftah. “Kemudian Anda punya pondok pesantren. Gini, Anda mau meyakinkan saya bahwa Anda kiai, saya tidak gampang diyakinkan,” papar Andy.

Alasan dari keraguan Andy tersebut karena penampilan dari seorang Gus Miftah yang dianggap tak seperti seorang kiai.

“Apalagi dengan penampilan seperti ini, penonton juga pasti yakin, mana mungkin kiai penampilannya seperti ini,” papar Andy.

Gus Miftah lantas berlagak bahwa dirinya seorang kiai berpenampilan atletis namun berhati lembut.

“Orang-orang dengan penampilan seperti Anda ini harus diuji dulu. Apalagi saya dengar nih Anda sering keluyuran ke tempat-tempat hiburan, ke klub-klub malam,” imbuh Andy F Noya lagi.

“Bagaimana mungkin Anda seorang kiai, Anda punya pesantren, Anda justru lebih sering berkunjung ke klub malam, di tempat yang tidak layak lah,” ucapnya.

Seperti diketahui, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menjadi sorotan setelah mengolok-olok penjual es teh, Sunhaji, saat pengajian di Magelang. Netizen mempertanyakan dan menyebut Miftah tak layak menyandang gelar ‘Gus’.

Akibat pernyataannya itu, warganet mulai mengorek-ngorek gelar gus yang disematkan di depan nama Miftah. Banyak warganet menyebarkan informasi bahwa Miftah bukanlah keturunan kiai atau gus yang sah, melainkan mantan marbot masjid dari Lampung.

Mereka juga mengeklaim bahwa Miftah tidak lulus dari UIN Sunan Kalijaga. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa ia menyalahgunakan gelar gus untuk kepentingan pribadi.**

.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:33 WIB

Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB