Ruang Digital Bisa Menjadi Media Baru Syiar Keagamaan

- Penulis

Jumat, 15 April 2022 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Media Dakwah di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Media Dakwah di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

 

JAKARTA, MEDIAKARYA – Cara masyarakat mencari sumber nilai keagamaan kini telah bergeser seiring dengan kemajuan pesat teknologi. Penggunaan internet sebagai media dakwah merupakan kesempatan dan tantangan untuk mengembangkan dan memperluas cakrawàla dakwah Islam.

Demikian kesimpulan dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Media Dakwah di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diikuti 200 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid sebagai keynote speaker dan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan serta Da’i sekaligus Founder Bikers Dakwah, Alfie Alfandy sebagai narasumber.

“Revolusi industri 4.0 yang serba digital perlu dipahami para pemuka agama dan pendakwah bahwa dunia internet tak melulu soal hiburan dan pertemanan. Internet kini menjadi media baru syiar keagamaan,” kata Meutya Hafid.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan media sosial, internet, aplikasi telah tumbuh sebagai ruang publik keagamaan. “Melalui ruang digital, pendakwah dapat berkomunikasi secara global dengan audiens yang lebih luas” ujarnya.

Pada bagian lain, Meutya Hafid juga memaparkan bahwa perlu adanya literasi keagamaan di ruang digital, dimana para pendakwah perlu terjun merebut ruang digital agar pesan Islam Rahmatan Lil Alamin sampai ke semua kalangan.

Baca Juga:  Jokowi Minta Semua Capres Tidak terjebak Pada Debat Personal

“Literasi digital dibutuhkan untuk menangkal konten-konten negatif berisi ujaran kebencian, hasutan, perpecahan, kekerasan atas nama agama,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Da’i yang juga sekaligus Founder Bikers Dakwah, Alfie Alfandy mengatakan dirinya mendirikan komunitas Bikers Dakwah pada 2017 dan diresmikan pada 2018. Ia juga membuat beberapa konten Youtube yang bertujuan untuk menyentuh anak-anak muda. Dua program terbaru dari Bikers Dakwah adalah Bicara Seputar Akhlak dan Bicara tentang Hidayah.

Dalam berdakwah lewat Youtube, Alfie berkolaborasi dengan beberapa teman sekaligus gurunya seperti Habib Qudsi Al Habsi, Ustadz Fiqri Ruchyat, dan Habib Rofick Al Kaff yang akan menjawab pertanyanpertanyaan dan keresahan orangorang muslim. Melalui kanalnya itu, dia juga menyediakan beberapa kolom pertanyaan untuk sharing online.

Sementara itu Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dalam paparannya mengatakan masifnya perkembangan internet di Indonesia harus diakui memiliki segala resiko, diantaranya cyber bullying, hoax, konten-konten negatif hingga pencucian uang (money laundering).

Oleh karena itu lanjut dia, penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara produktif, bijak dan tepat guna.***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Berita Terbaru