Rupiah Anjlok Disebabkan Kekhawatiran Risiko Geopolitik

- Penulis

Selasa, 16 Januari 2024 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Nilai tukar (kurs) rupiah di akhir perdagangan Selasa anjlok menjadi Rp15.593 per dolar AS, disebabkan oleh kekhawatiran terhadap risiko geopolitik.

“Kekhawatiran terhadap resiko geopolitik saat ini mendominasi sentimen pelaku pasar,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta, Selasa.

Dari Pusat Komando Amerika Serikat (AS), sebuah kapal kontainer yang dimiliki dan dioperasikan AS pada Senin dihantam oleh rudal balistik antikapal dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Hal tersebut terjadi setelah beberapa hari usai Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan gabungan terhadap sasaran Houthi di Yaman.

Selain itu, pergerakan mata uang rupiah hari ini juga tertekan oleh penguatan kinerja mata uang dolar AS pasca-komentar dari pejabat The Fed.

Melansir dari antara, Taufan menuturkan Presiden Federal Reserve (Fed) Atlanta Raphael Bostic yakin suku bunga harus dipertahankan setidaknya hingga musim panas untuk mencegah harga naik lagi.

Baca Juga:  Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Di sisi optimisme, rilis neraca perdagangan Indonesia yang surplus akan memberi angin segar pada kinerja mata uang rupiah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia untuk Desember 2023 menyentuh 3,31 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada November 2023 sebesar 2,41 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan data tersebut, kondisi neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Desember 2023 mencatat surplus 36,93 miliar dolar AS, melanjutkan capaian surplus pada periode yang sama pada 2022 sebesar 54,46 miliar dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah menurun sebesar 38 poin atau 0,24 persen menjadi Rp15.593 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.555 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa juga melemah ke posisi Rp15.592 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp15.555 per dolar AS. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
Pengelolaan Superblock Betos Habis, Pemkot Bekasi Diminta Ambil Alih
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:59 WIB

BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?

Berita Terbaru

Para pemain seperti Gema Vyandra, Yoona Gimenez, dan Ciara Brosnan berharap sinetron Asmara Gen Z terus berlanjut dan menghibur penonton Indonesia.

Entertainment

Sinetron Asmara Gen Z Capai 500 Episode, Ini Harapan Para Pemain

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:19 WIB