Sebut Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi, Etos Institut Nilai Kader PSI Nodai Agama

- Editor

Kamis, 12 Juni 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah.

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah.

JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif Etos Indonesi Institut, Iskandarsyah, menyayangkan pernyataan Ketua Biro Kaderisasi dan ideologi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka yang menyebutkan Jokowi sudah memenuhi syarat menjadi nabi.

“Nabi itu tentunya memiliki sifat sidiq, fatonah, amanah dan tabligh. Dari sifat-sifat itu apakah Jokowi masuk kriterianya. Jangankan memenuhi syarat jadi nabi, memenuhi janji-janji kampanyenya saja banyak yang tidak terealisasi. Justru saya kasihan dengan PSI dari dulu kadernya banyak yang tidak beretika dalam bertutur kata,” kata Iskandar kepada Mediakarya, Kamis (12/6/2025).

Iskandar juga meminta agar Dedy belajar politik yang benar ketika memuja muji tokoh idolanya. Jangan sampai “taklid buta”.

“Pernyataan Dedy yang menyebut bahwa Jokowi sudah penuhi syarat jadi nabi itu sangat berlebihan dan termasuk penodaan agama. Jangan asal mangap aja mulutnya, ini penghinaan terhadap umat, nabi itu diutus oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dari semua nabi, itu menurut ajaran saya selaku umat muslim,” katanya.

Iskandar juga berharap kedepannya agar para kader PSI hati-hati dalam memberikan pernyataannya di ruang publik.

Baca Juga:  Sumatera Tenggelam, Negara Diuji: Akankah Presiden Prabowo Membuka Semua Berkas Lama Ke Meja Hijau?

“Pernyataan kader PSI yang kontroversi itu bukan kali ini saja , sebelumnya juga ada kader PSI yang menjelek-jelekan Pak Prabowo. Bahkan ada juga kader PSI yang menyebut bahwa wapres Gibran merupakan wapres terbaik sepanjang sejarah. Partai yang diklaim sebagai partai anak muda itu ko kian ngaco. Dan ternyata tidak mengevaluasi diri,” tegasnya.

Iskandar juga meminta para tokoh agama dan ormas islam di Indonesia agar tidak tinggal diam dalam menyikapi pernyataan kader PSI yang dinilai menyamakan Jokowi dengan nabi

“Indonesia banyak Ormas Islam, ada MUI, kalian jangan diam aja, itu penghinaan terhadap umat, terutama umat muslim, karena nabi kita terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, setelah itu tak ada lagi,” katanya.

Untuk itu Iskandar meminta agar Dedy ataupun kader PSI lainnya segera membuat permintaan maaf kepada publik. “Terutama kepada umat muslim. Karena kami menilai pernyataan Dedy itu sangat ngawur dan sok tahu,” tutup Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Karhutla Ancam 288 Ribu Warga Kena ISPA, Pakar: Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Petani
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Karhutla Ancam 288 Ribu Warga Kena ISPA, Pakar: Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Petani

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat

Berita Terbaru

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung.

Opini

Menemukan Arah Baru Politik Umat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:50 WIB