Sejumlah Kader Utama PSI Hengkang, Pengamat: Kepemimpinan Giring Ganesha Harus Dievaluasi

- Editor

Jumat, 16 Desember 2022 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo PSI (Fofo: Ist)

Logo PSI (Fofo: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Hengkangnya sejumlah kader utama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) harus menjadi momentum partai besutan Grace Natalie itu untuk berbenah, terutama mengevaluasi kepemimpinan Giring Ganesha.

Hal itu dikatakan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin menanggapi pengakuan sejumlah kader yang hengkang lantaran PSI telah melenceng dari visi dan misi partai.

“Kalau ketua umumnya membiarkan visi misi yang melenceng, maka yang bersangkutan sudah lalai dari tanggung jawabnya. Ketua Umum seperti itu sudah layak diganti karena tidak mampu membawa partai sesuai visi misinya,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Jumat (16/12/2022).

Jamiluddin menilai sosok Giring sebagai salah satu yang membuat PSI terpuruk. Menurutnya, Giring kerap melontarkan kritik, namun terkesan membabi buta. Tindak tanduk Giring itu yang justru membuat masyarakat antipati.

“Kritik yang dilakukan, terutama kepada sosok yang tidak disukai, terkesan membagi buta. Akibatnya, kritik yang dilayangkan lebih bernada nyinyir, sehingga menimbulkan antipati di tengah masyarakat,” ujarnya.

“Kader yang dapat membaca hal itu, tentu melihat masa depan di PSI suram. Hal itu tentunya akan berdampak pada kader yang memang ingin lebih maju lagi,” kata Jamiluddin.

Menurut dia, PSI rawan sebagai partai peserta Pemilu 2024. Selain itu, internal PSI juga berpotensi retak yang memicu kader-kader lainnya hengkang.

Baca Juga:  Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Untuk itu ia menyarankan agar, PSI melakukan evaluasi secara menyeluruh baik dalam pola komunikasi partai maupun branding yang diangkat, agar ‘mimpi buruk’ di 2019 lalu tidak terulang kembali.

“Para kader yang ingin ke Senayan tentu tidak punya harapan bila tetap bertahan di PSI. Jalan terbaik bagi mereka tentu keluar dari PSI untuk pindah ke partai lain yang lebih menjanjikan,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo melihat hengkangnya sejumlah kader yang memiliki nama menjanjikan di PSI merupakan sebuah hal wajar ketika wadah partai sudah tidak sesuai dengan visi dan misi personal.

“Jadi menurut saya, ini sebuah kewajaran ya, sebuah dinamika menjelang 2024,” kata Kunto dilansir dari laman CNN.

Kunto melihat para kader yang hengkang ingin berlabuh di partai politik lain yang lebih menjanjikan dan bisa membawa mereka melenggang ke Senayan, hal yang mungkin masih susah dilakukan oleh PSI.

“Mungkin pentolan-pentolan ini ingin berlabuh di partai yang menjanjikan untuk bisa dapat electoral threshold dan bisa duduk di kursi DPR,” ujarnya. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK
Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema
Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka
Besok Nusron Kembali Dipanggil, KPK Pertimbangan Opsi Jemput Paksa
Menteri Haji Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Ferdinand Hutahaean Sebut Pejabat Sudah Mati Rasa Malu
Pangdam Jaya Lantik 480 Bintara Infanteri TNI AD, Resmikan Aula Gatot Subroto Rindam Jaya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Berita Terbaru