Demi Sesuap Nasi, Asisten Profesor Ini Rela Jadi Kuli Bangunan

- Editor

Selasa, 2 November 2021 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten profesor Afghanistan Khalilullah Tawhidyar terpaksa menjadi pekerja bangunan. (Foto: Reuters)

Asisten profesor Afghanistan Khalilullah Tawhidyar terpaksa menjadi pekerja bangunan. (Foto: Reuters)

KABUL, Mediakarya – Seorang asisten profesor Afghanistan Khalilullah Tawhidyar terpaksa menjadi pekerja bangunan.  Profesi itu ia lakukan lantaran selama berbulan-bulan tidak mendapatkan gaji dari pemerintah akibat kudeta yang dilakukan oleh pasukan Taliban.

Khalilullah Tawhidyar juga megaku pekerjaaan yang saat ini dilakukannya sebagai tanggung jawab dirinya untuk menafkahi keluarga. Menurut Khalilullah Tawhidyar dengan 300 afghani (US$3,30 atau sekitar Rp50.000) yang diperolehnya hari itu, dia membeli perbekalan untuk keluarganya.

Mantan anggota satuan tugas pemerintah untuk reformasi pendidikan, yang mengajar Bahasa Inggris di Universitas Parwan di utara Kabul, adalah satu dari ribuan warga kelas menengah, warga Afghanistan berpendidikan yang memerangi kemiskinan saat ekonomi negara itu goyah.

“Saya tidak punya pilihan,” kata Tawhidyar yang dikutip dari Reuters, Selasa (2/11/2021).

Dia mengaku belum menerima gajinya selama tiga bulan. “Ini adalah kisah banyak orang terpelajar di sini sekarang.”

Baca Juga:  IPW Desak Polda Metro Jaya Hentikan Laporan Dansatsiber TNI atas Kasus Yang Menyeret Nama Ferry Irwandi

Tawhidyar, yang memiliki gelar master dari India dan telah mengikuti kursus di Malaysia dan Sri Lanka, mengatakan dia mengambil pekerjaan kasar setelah dia kehabisan uang dan makanan.

Meskipun terkadang dia masuk ke universitas negeri tempat dia bekerja, kelas belum dilanjutkan karena kekurangan dana.

Seperti banyak rumah tangga Afghanistan, Tawhidyar tinggal bersama keluarga besarnya, dan 17 orang bergantung pada gajinya.

“Saya menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan saya,” kata pria berusia 36 tahun itu, sebagaimana laman Tempo memberitakan.

Ketika gaji berhenti, dia meminjam dari teman dan kerabat, tetapi pinjaman itu habis beberapa minggu yang lalu. Pada saat itu, istrinya yang sedang hamil besar telah melewatkan dua janji dengan dokter.

“Situasinya memburuk saat tidak punya roti…kami hanya menanak nasi dan kemudian nasi juga habis,” katanya. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter
Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026
Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WIB

HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:38 WIB

PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Berita Terbaru

Peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik

Ekonomi & Bisnis

Menemukan Ekonomi Patriotik Pembela Rakyat

Jumat, 7 Agu 2026 - 05:39 WIB