Beranda / Megapolitan / SKM Lebih Baik Jangan Diseduh, Ini Penjelasannya

SKM Lebih Baik Jangan Diseduh, Ini Penjelasannya

KOTA BEKASI, Mediakarya – Penggunaan susu kental manis (SKM) yang diberikan langsung kepada anak-anak, mendapatkan perhatian khusus dari Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza KPAD Kota Bekasi, Hadyan Rahmat.

Ia secara khusus mengatakan, yang harus diluruskan adalah susu kental manis (SKM) itu bukan susu.

“Tentang ini, masyarakat harus terus diberi edukasi bahwa SKM ini bukan susu sehingga tidak bisa SKM ini menggantikan susu,” tegasnya, Jumat (8/10/2021).

Ia mengatakan, susu kental manis (SKM) ini punya kandungan gula antara 40-50 persen. Terkait protein dan sebagainya, kandungan gizinya itu jauh lebih rendah dari susu (karena memang SKM ini bukan susu).

Sambung Hadyan, terkait kandungan gula yang tinggi tersebut, ketika kita seduh SKM, maka kita seperti konsumsi 5-9 sendok makan gula (sekali seduh).

“Bayangkan kalau sehari kita seduh itu 3 Kali atau lebih 5-9 sendok gula, itu adalah batas normal konsumsi gula untuk anak usia 13 tahun ke atas,” jelasnya.

Menurutnya, usia 3 tahun itu sehari boleh di 2-5 sendok takar sehari. Usia 4-6 tahun itu 3-6 sendok. Dan ini semua sehari. Oleh karena itu, SKM tadi 5-9 sendok itu per gelas saji.

“Jadi, ketika ini dirutinkan, ada potensi anak bisa obesitas, diabetes dan penyakit lainnya,” ulasnya lebih lanjut.

Ia pun menuturkan, jika SKM dipergunakan untuk toping makanan, misalkan di roti dan lain-lain, itu masih lebih aman asalkan kembali, tidak berlebihan.

“Sudah ada cokelat manis, ada keju, ada yang lain, tambah pula SKM,” paparnya.

Terkait rusaknya nilai gizi, itu jelas bahkan seperti penyajian susu formula tisak disarankan menggunakan air mendidih karena bisa merusak kandungan gizinya.

Untuk itu, Hadyan mengingatkan memang poin utamanya adalah tentang gulanya. Jadi jangan sampai over konsumsi.

“Jadi bukan tentang rusak gizinya kalau diseduh, tapi karena kalau diseduh itu kandungan gulanya sangat tinggi,” tandasnya. (apl)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *