KAB. BEKASI, Mediakarya – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kecamatan Setu melakukan kunjungan pengawasan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijengkol 02, di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/6/2026).
Sekretaris Kecamatan Setu, Endang Damiri, yang memimpin rombongan tim, tampak melakukan pengecekan secara teliti di SPPG tersebut.
Menurut Damiri, pihaknya ingin memastikan apakah pengelolaan dapur di SPPG Kecamatan Setu telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Sampling tadi saya ke salah satu SPPG yang ada di Cijengkol. Alhamdulillah, mereka sudah memiliki IPAL (instalasi pengolahan air limbah). Artinya, pembuangan air limbahnya tidak langsung ke saluran warga, tetapi dikelola terlebih dahulu dan kemudian baru disalurkan dalam keadaan sudah jernih,” kata Damiri usai kunjungan.
Meski demikian, tim mencatat dua hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, pengelolaan sampah di SPPG tersebut dinilai perlu diperbaiki, khususnya pemisahan antara sampah basah dan sampah kering atau organik dan non-organik. Kedua, tempat penyimpanan makanan sementara di sekolah sebelum didistribusikan kepada para siswa juga dinilai perlu ditingkatkan kelayakannya.
Tim juga menyambangi salah satu lokasi penerima manfaat, yakni SDN Cijengkol 01. Dari kunjungan tersebut, muncul satu catatan penting dari pihak sekolah.
“Keluhannya hanya satu, yaitu agar masakannya ada variasinya, jangan monoton hanya itu-itu saja. Itu menurut pernyataan dari pihak sekolah SDN Cijengkol 01,” kata Damiri.
Damiri menegaskan, hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pengelola SPPG selaku pihak pendistribusi, agar para penerima manfaat tidak mengalami kebosanan terhadap menu yang disajikan.
Sementara itu, Kepala SPPG Cijengkol 02, Muhamad Fadli, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki guna mendukung pelaksanaan program MBG secara optimal.
“Saat ini, SPPG Cijengkol 02 telah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sertifikasi halal, standar keamanan pangan HACCP, hingga target sertifikasi ISO bagi dapur-dapur MBG,” katanya.
Fadli menambahkan, pihaknya menerima masukan dari tim Satgas sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Dia juga memastikan akan segera menindaklanjuti catatan yang diberikan tim pengawas.
“Kami menerima masukan ini sebagai bahan evaluasi. Kekurangan yang ada akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Fadli.
Dia juga menjelaskan, jumlah penerima manfaat SPPG Cijengkol 02 saat ini mencapai 2.941 orang, yang tersebar di sejumlah satuan pendidikan dan layanan kesehatan, antara lain Pondok Pesantren Nurul Azhar, SDN Cijengkol 01, SDN Lubang 01, Posyandu Mawar 1, dan Posyandu Mawar 3. (Pri)










