Wacana Ekspor Beras ke Cina Dipertanyakan

- Editor

Selasa, 14 Juni 2022 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja pelabuhan saat menurunkan beras impor. (Ist)

Pekerja pelabuhan saat menurunkan beras impor. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo diminta mengamankan kebutuhan nasional  terlebih dulu sebelum melakukan ekspor. hal itu menyusul rencana pemerintah yang akan melakukan ekspor beras ke negara China di tengah keadaan dunia saat ini sedang terjadi krisis pangan.

Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur mempertanyakan rencana pemerintah untuk mengekspor  beras ke Cina. Sebab negara tirai bambu itu tidak kurang beras.

“Cina punya satu hektar saja, bisa produksi padi itu 12 ton. Kita hanya 5 ton saja, sombong juga kita ini. Jangan, kita amankan saja dulu kita punya kebutuhan nasional,” ujar Edward dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Keadaan dunia saat ini terjadi krisis pangan, bahkan banyak negara-negara penghasil pangan terkemuka sudah mulai menghentikan ekspor pangannya keluar. Karena mereka melihat keadaan krisis pangan yang saat ini terjadi akan berlanjut karena terjadi anomali iklim. Hal ini menyebabkan tidak ada kepastian mengenai produksi pangan.

“Kita boleh merasa yakin, tapi yakin itu harus diikuti dengan kenyataan. Kalau hanya teori, bisa saja orang berteori produksi pangan padi 54 juta ton, 100 juta ton juga bisa. Tapi diliat dari kesiapan kita dilapangan dan kelengkapan alat-alat pertanian, pupuk, dan lain-lain sebagainya faktor-faktor yang turut mempengaruhi produksi pangan,” ucap Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Baca Juga:  Pemkab Bekasi Percepat Penurunan Angka Stunting

Edward pun meminta Mentan Syahrul untuk melakukan koordinasi dengan bulog terkait stabilisasi pangan. “Jadi, tolonglah Pak Menteri koordinasi dengan bulog, yang stabilisasi pangan ini. Tolonglah dikoordinasi baik-baik, sehingga kita tidak menciptakan permasalahan baru yang timbul di dalam masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, terkait stabilisasi harga pasca panen saat ini harga beras masih di atas Rp10 ribu sementara harga gabahnya di bawah Rp4 ribu. Hal ini dinilai perlu ditindak lanjuti dan antisipasi.

“Karena tujuan semua mau jual beras, mau ekspor beras, tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Kalau rakyat tidak sejahtera, untuk apa kita jual-jual keluar? Hanya masalah gengsi saja kan percuma. Tujuan kita bernegara itu mensejahterakan rakyat dan seluruh tumpah darh Indonesia ini. Jadi kebijakan itu jangan bersifat insidentil, harus bersifat menyeluruh dan berkesinambungan,” tutup legislator dapil Nusa Tenggara Timur II itu. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud
Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri
Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan
Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah
Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis
Prabowo Tancap Gas Percepat Pendidikan Gratis Dari Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Jumat, 25 September 2026 - 07:25 WIB

DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 06:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

Jumat, 25 September 2026 - 00:10 WIB

Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Daerah

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:07 WIB