Waspada Perang di Kawasan indoPasific

- Editor

Jumat, 11 Oktober 2024 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Militer,  Wibisono

Pengamat Militer, Wibisono

Oleh: Wibisono


Perang terbuka antara antara Israel dan Iran, serta Rusia dan Ukraina yang terjadi di dua kawasan itu dikhawatirkan dapat menimbulkan perang regional yang memicu pada perang dunia ketiga. Kemudian, yang perlu dicermati bersama bahwa hubungan antara AS dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir ini terus memburuk. Ketegangan antara keduanya diperburuk oleh pandemi

Di antaranya saat KTT Alaska, ketegangan kedua negara yang memiliki hak veto di PBB itu terus berlanjut, meskipun dua negara tersebut telah mengisyaratkan bahwa mereka terbuka untuk bekerja sama dalam isu-isu yang menjadi kepentingan global.

Namun di tengah ketegangan ini, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik berupaya mengelola dengan cermat kebutuhan untuk di satu sisi, mengamankan kemitraan perdagangan dengan China dan, di sisi lain, menjaga hubungan keamanan dengan AS. Bagi bisnis Asia, hal ini menambah lingkungan risiko geopolitik yang meningkat. Riset terbaru dirilis Lembaga think tank geopolitik terkemuka asal Australia, Lowy Institute. Lembaga ini mengungkapkan fakta bahwa ada ketegangan tinggi di Indo-Pasifik yang bisa menciptakan risiko perang.

Ini disebabkan oleh polarisasi kekuatan antara kubu China dan juga AS. Belum lagi perlombaan senjata di kawasan.Ini (bukan hanya) melibatkan AS dan China, tetapi juga melibatkan banyak pemain lain seperti India, Jepang, dan negara-negara Asia Tenggara yang lebih kecil seperti Vietnam yang memiliki sengketa maritim dengan China. Meski demikian, dari data yang sama terlihat bahwa setidaknya ada 26 negara terkuat di Asia Pasifik. Lowy menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara paling kuat di kawasan.

Baca Juga:  Pengamat Militer: Konflik Israel vs Iran Picu Perang Dunia Ketiga

Bagaimana peran Indonesia?

Di riset yang sama, Lowy juga secara khusus menyoroti Indonesia. RI untuk pertama kalinya masuk dalam 10 besar negara terkuat di wilayah ini.

Hal itu akibat banyaknya negara dunia yang menganggap Jakarta sebagai pusat diplomasi baru kawasan ini, utamanya di wilayah ASEAN. RI naik peringkat dari sebelumnya, dengan skor 19,4 namun dengan tren kekuatan turun 0,5 dari tahun lalu.

“Indonesia untuk pertama kalinya mencapai posisi sepuluh besar dalam Indeks. Jakarta kini mengungguli Singapura sebagai pemain paling berpengaruh secara diplomatis di Asia Tenggara, jadi peran strategis Indonesia dalam menjaga kawasan pertahanan diwilayah indoPasific, ini sangat penting untuk ikut berperan sebagai motor di ASEAN, kita harus siap siap menghadapi segala resiko dan ancaman kekuatan AS yang selalu ambil peran dalan situasi negara yang sedang berkonflik.

Penulis: Pengamat Militer dan Pertahanan

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Manuver Golkar di RUU Pemilu: Usul Dapil Nasional, Caleg Gagal Bisa Tetap Jadi DPR
Pakar Imbau Elit Golkar Responsif Sikapi Wacana Eksodus Kader di Jabar
Nurani di Ujung Jabatan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:38 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Patronase Politik Jadi Kunci Konsolidasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Nasib MK dan Pencarian Keadilan Konstitusional: Rakyat Menunggu Bukti Terverifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat

Berita Terbaru