7 Kuliner Legendaris di Kota Sukabumi: Murah, Melegenda, dan Bikin Ketagihan

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Wisata kuliner di Kota Sukabumi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun warga lokal. Tak hanya menyajikan cita rasa lezat dan harga yang bersahabat, banyak tempat makan di kota ini juga memiliki sejarah panjang yang menjadikannya istimewa dan wajib dikunjungi.

Berikut tujuh kuliner legendaris yang patut masuk daftar kunjungan saat berwisata ke Kota Sukabumi bersama keluarga maupun orang terkasih:

1. Roti Priangan Sukabumi – Eksis Sejak 1943

Roti Priangan adalah roti legendaris yang pertama kali diproduksi oleh Oey Tjiang Lie pada tahun 1943. Meskipun kini lebih dikenal dengan nama Roti Priangan, banyak orang masih menyebutnya dengan nama aslinya, Roti Oey Tjiang Lie.

Roti ini terkenal dengan tekstur empuk, aroma khas, dan rasa manis yang pas. Varian yang ditawarkan antara lain roti tanduk, cokelat, keju, kismis, nanas, dan gula susu. Dibuat tanpa bahan pengawet dan masih menggunakan alat tradisional seperti oven klasik, Roti Priangan tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa sejak pertama kali dibuat.

2. Mochi Lampion Kaswari – Oleh-oleh Khas Sejak 1983

Kue mochi khas Sukabumi dari Mochi Lampion Kaswari sudah hadir sejak 1983 dan kini menjadi ikon oleh-oleh kota ini. Dikenal dengan kemasannya yang unik dari anyaman bambu, mochi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemprov Jawa Barat pada 2022.

Dengan isian kacang tanah manis gurih, mochi ini memiliki tekstur kenyal dan lembut. Varian rasanya sangat beragam, mulai dari stroberi, mocca, pandan, suji, jahe, pisang ambon, keju, hingga matcha. Mochi Lampion buka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB di Jl. Gang Kaswari No.1, Selabatu, Cikole.

3. Laksa Pak Idrus – Cita Rasa Otentik Selama 70 Tahun

Laksa Pak Idrus telah eksis selama lebih dari tujuh dekade. Sajian laksa ini terdiri dari soun, tauge, tahu, dan oncom merah, disiram kuah santan kuning yang gurih dengan aroma kemangi yang khas.

Baca Juga:  Dari Morotai untuk Indonesia: Patriot UI Morotai Sukses Dorong BULOG Bangun Gudang Pangan di Wilayah 3T

Dengan harga hanya Rp10.000 per porsi, laksa ini bisa dinikmati di Jl. Pemuda No. 1, Citamiang. Buka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 10.00 hingga habis. Disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.

4. Soto Mie & Mie Kocok Mang Ece Odeon – Pelopor Sejak 1973

Bagi pencinta soto mie dan mie kocok, warung Mang Ece Odeon adalah destinasi wajib. Berdiri sejak 1973, tempat ini dikenal sebagai pelopor kuliner soto halal di Sukabumi.

Isiannya melimpah: mie, bihun, daging sapi, paru, kentang, dan daun bawang. Harga mulai Rp20.000 per porsi. Buka setiap hari pukul 09.00–20.00 di Jl. Lettu Bakri No. 8, Warudoyong.

5. Bandros Ata – Lezat Sejak 1950

Bandros Ata adalah jajanan tradisional berbahan santan, tepung beras, dan kelapa parut yang sudah melegenda sejak 1950. Disajikan hangat, teksturnya lembut dan aromanya menggoda.

Jajanan ini dijual di Jalan Gudang, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, dengan harga mulai Rp14.000 per porsi. Tak heran jika pembeli rela antre demi mencicipi kelezatannya.

6. Bubur Ayam Bunut – Topping Melimpah Sejak 1982

Terletak di Jl. Siliwangi No. 93, Cikole, Bubur Ayam Bunut dikenal sebagai tempat sarapan dan makan malam favorit sejak 1982. Sajian buburnya lengkap dengan berbagai topping seperti tulang ayam, pepes, risol bihun, emping, jeroan, dan telur.

Buka dari pukul 06.00 hingga tengah malam, dengan harga menu berkisar Rp10.000–Rp50.000.

7. Kue Jahe Sukabumi – Jajanan Kuno Sejak Zaman Belanda

Kue Jahe khas Sukabumi terbuat dari campuran tepung sagu, jahe parut, dan gula merah. Cita rasanya manis, hangat, renyah di luar, dan lembut di dalam.

Kue ini konon telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan kini tersedia dalam berbagai bentuk dan rasa. Salah satu lokasi penjualannya ada di Jl. Siliwangi Gang Mansur No. 7, Kebonjati, Cikole. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Tujuan Akhir dari Aturan Monopoli SDA, Reindustrialisasi dan Penerimaan Pajak
Gonjang-ganjing Rupiah: Di Bawah Bayang-bayag Ketidakpastian, Kapan Beakhir?
YPBJ Nilai Kemdiktisaintek Tak Jalankan Putusan MA soal Unbari
Bukan Sekadar Energi, PT JOE Kirim Hewan Kurban untuk Warga Kepulauan Seribu
Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Listrik Padam, Kontrak Jalan Terus: PLN, Antara Mengurus Rakyat atau Mengurus Utang Tersembunyi?
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:07 WIB

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:33 WIB

Tujuan Akhir dari Aturan Monopoli SDA, Reindustrialisasi dan Penerimaan Pajak

Senin, 25 Mei 2026 - 15:24 WIB

YPBJ Nilai Kemdiktisaintek Tak Jalankan Putusan MA soal Unbari

Senin, 25 Mei 2026 - 13:13 WIB

Bukan Sekadar Energi, PT JOE Kirim Hewan Kurban untuk Warga Kepulauan Seribu

Senin, 25 Mei 2026 - 12:21 WIB

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Berita Terbaru

Kqpal tanker yang melintasi selat hormuz (Foto: Ist)

Internasional

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB